Warga Lubuk Karet Minta Itikad Baik Pertamina Soal Kompensasi Kebakaran Booster KM 77

- Jurnalis

Minggu, 7 Mei 2023 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi gambar photo dihimpun WIDEAZONE

Dokumentasi gambar photo dihimpun WIDEAZONE

Kades Lubuk Karet: Pertamina Hanya Ganti yang Terdampak Aliran Sungai bukan Tanam Tumbuh

WIDEAZ0NE.COM BANYUASIN | Warga Desa Lubuk Karet Kabupaten Banyuasin yang menjadi korban dampak kebakaran Booster Station KM 77, melakukan protes keras.

Sebab nilai kompensasi yang diberikan PT Pertamina Gas [Pertagas] sebagai bentuk keprihatinan terhadap warga, dinilai tidak sesuai dengan kerugian mereka.

Epi Maryanto, warga Desa Lubuk Karet yang juga pemilik kebun karet tepat di belakang Booster KM 77 menuturkan dirinya bersama warga [yang belum mendapatkan kompensasi] masih menunggu tindak lanjut dari perusahaan yang bersangkutan.

Dirinya menyebut kejadian tersebut sebelum satu minggu lebaran. “Saat ini hampir tiga minggu namun pihak Pertamina belum memberikan sosialisasi atau pemberitahuan lebih lanjut untuk masalah dampak dari kebakaran Booster,” ujarnya didampingi anggota BPD Desa Lubuk Karet Sandra Yadi, Jumat 5 Mei 2023.

Dampak itu sendiri, mengakibatkan pohon karet banyak yang rusak serta banyak minyak yang berceceran bekas terbakar.

Baca Juga:  Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara

“Saat ini kompensasi untuk masyarakat, sebagian ada yang minta diganti rugi,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, belum menerima kompensasi tersebut. “Kami berharap perusahaan bisa menindaklanjuti dengan serius dan meminta itikad baik dari Pertamina terhadap lahan saya dan warga yang juga terdampak, sebab sejak kebakaran [Booster] lahan saya tidak pernah disadap lagi padahal mata pencarian kita di batang karet itu,” keluhnya. 

“Sebelumnya, saya juga sempat menghubungi Humas Booster ini namun tidak ada tanggapan,” ucap Evi dengan nada kecewa.

Sementara, Kepala Desa Lubuk Karet, Ali Asuan mengatakan ada sekitar 20 rumah warga yang terdampak kebakaran Booster.

“Sudah diselesaikan oleh pihak pertamina dan dari pihak warga juga menerima,” tuturnya.

Ali menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Gubernur [Pergub] 40/2017, mereka mengambil hanya yang terdampak dari aliran sungai, dalam 75 cm debit sungai per Rp150 ribu, sementara yang belum menerima ini meminta ganti tanam tumbuh, namun pihak pertamina hanya mengganti yang terdampak aliran sungai bukan ganti tanam tumbuh. 

Baca Juga:  Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Soal Korupsi Sungai Lalan, hingga Menang Praperadilan Suap Irigasi Muara Enim

“Masalah yang terdampak di lahan ada yang sudah menerima dan juga ada yang belum,” katanya singkat.

Di sisi lain, Humas Pertagas Palembang Rizky Wijaya menyampaikan bahwa masalah kebakaran kemarin telah teratasi semuanya. Operasional sudah berjalan normal. 

“Terkait tumpahan minyak saat ini sudah tidak ada lagi baik itu di lahan maupun sungai, dipastikan aman,” urainya melalui sambungan elektronik pada Rabu 3 Mei 2023.

Kaitan dengan pembersihan tumpahan minyak di sungai, ungkap Rizky, kemarin sebelum lebaran sudah dilakukan. Jadi pada intinya untuk saat ini sudah aman. Namun untuk berapa harinya pembersihan, dirinya tidak bisa memastikan, yang jelas waktu itu sebelum lebaran. “Karena itu yang handle dari Tim Operasi, intinya pada hari ini, saat ini tidak ada lagi tumpahan minyak,” tegasnya.

Berkaitan dengan kompensasi terhadap warga, Ia menambahkan itu sudah semua, jika ada konfirmasi lebih lanjut silakan tanyakan ke Kades.

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah
Bank Sumsel Babel Percepat Digitalisasi Transaksi dan Layanan Publik
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:19 WIB

Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB