WIDEAZONE.COM — KOTA Pagaralam memiliki panorama alam memikat. Dari wujudnya sebagai pemberian Tuhan, Pagaralam duanugerahi ruang-ruang wisata alam yang mengundang decak kagum para pengunjung.
Jika melihat panorama alam dari sisi barat, terutama memandang dari ruang belakang vila MTQ, Gunung Semendo yang selalu berselimut kabut, tampak sangat indah dan perkasa.
Terutama ketika hari memasuki pukul 7.00 Wib, pagi, gunung itu tampil menakjubkan. Pada dua pertiga bagian atasnya, Gunung Semendo terkihat utuh. Sedangkan dari kejauhan di kiri kanannya gunung itu, tampak bebukitan yang memperkuat keindahan alam Kota Pagaralam.
Sebagai wilayah yang dianugerahi alam sangat indah, ketika pengunjung hendak memasuki kawasan kota dari Kabupaten Lahat, di kiri-kanan tebing, strata alamnya dipenuhi bebukitan dan pepohonan.
Saya jadi ingat ketika berlibur ke Swiiss, Eropa Barat, panorama alamnya tampak dalam suasana yang mirip. Hanya saja panorama Swiss sudah begitu tertata, sehingga keadaan itu tak dapat ditandingi oleh suasana alam Kota Pagaralam.

Tapi saya yakin, apabila ada keinginan kuat dari pemerintah setempat dan masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk menata alam Kota Pagaralam, daerah ini akan menjadi kawasan wisata yang dapat menopang usaha di bidang wisata bagi walayah setempat. Bahkan bisa menjadi rekam jejak kewisataan yang mengharumkan nama baik Sumatera Selaran.
Menurut Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Drs Rafanie Igama MA, mengatakan Kota Pagaralam sangat layak memperoleh prioritas pengembangan kewisataan di Sumatera Selatan.
“Alamnya selalu menghadirkan ketakjuban bagi kita yang berkunjung ke sana, ” kata Rafanie saat dimintai komentarnya, di ruang kerjanya, Senin (8/4/2019).
Pinggian jalan ke Kota Pagaralam diilustrasi sebagai kawasan wisata alam tang sangat memikat hati. Apabila panorama perjalanan itu digarap secara maksimal, Kota Pagaralam semakin memikat seperti latyaknya Swiss.
Jika dilihat, kata Rafanie, alam sepanjang perjalanan ke arah pusat kota, hanya tumbuh secara alami. Apabila suasana itu ditata apik dan diberi penerangan listrik, rampilannya bisa menyamai keadaan Swiss.
Memang, untuk menggarap sudut wisata seperti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut Rafanie, apabila Pemerintah Kota Pagaralam mempunyai kreativitas, bisa melibatkan sejumlah swasta. Beri mereka (swasta) kesempatan untuk berkreasi selama beberapa tahun untuk mengembalikan investasi yang ditanamkan mereka ke sektor-sektor wisata Kota Pagaralam.
Memajukan wisata alam setempat, memamg membutuhkan perangkat penunjang di bidang budaya.
“Bisa tari-tarian, lukis, seni pentas (teater) atau musik dan lagu daerah setempat. Beberapa hari lalu, saya melihat adanya lomba atau kompetisi seni tari dan lagu daerah di Balai Kota Pagaralam. Ini potensi sekali untuk menopang pemerintah dalam menjabarkan konsep bagi pengembangan wisata setempat, ” kata Rafanie. (anto narasoma)



![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Bupati Muara Enim Edison dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan [OTT] Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] pada Senin 8 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0010-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-129x85.jpg)



![Bupati Muara Enim Edison dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan [OTT] Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] pada Senin 8 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0010-129x85.jpg)





