Ruang Data SMPN 4 OKI Terbakar: Diduga Ada Unsur Lalai

- Jurnalis

Kamis, 6 Oktober 2022 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang penyimpanan berkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Jejawi di Desa Cempedak Kabupaten Ogan Komering Ilir, dipasang garis polisi [police line].

Ruang penyimpanan berkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Jejawi di Desa Cempedak Kabupaten Ogan Komering Ilir, dipasang garis polisi [police line].

WIDEAZONE.com, OKI | Ruang penyimpanan berkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Jejawi di Desa Cempedak Kabupaten Ogan Komering Ilir, masih menyimpan misteri.

Sebab terbakarnya ruangan itu pada Minggu [2/10/2022] lalu, memicu dugaan adanya unsur kelalaian.

Dalam tinjauan tim Pemadam Kebakaran Kabupaten OKI, diduga terjadi korsleting listrik. Padahal Kepala SMP Negeri 4 Jejawi Dahlan, mengatakan semua instalasi listrik sudah dipadamkan.

“Sehabis jam belajar dan di saat anak-anak sekolah pulang, kontak listriknya sudah dimatikan,” ujar Dahlan, kepada media ini, Selasa [4/10/2022].

Ruang penyimpanan berkas itu luluh lantak setelah si jago merah melalap semua yang ada. Akibatnya semua berkas terkait proses belajar dan data penyimpanan siswa lulusan beberapa tahun lalu itu lenyap tak tersisa. Semua komputer penyimpanan data harus menjadi barang rongsokan.

Dalam tinjauan ke lokasi kebarakan itu, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten OKI menilai ada unsur kelalaian.

“Harusnya, sebelum aliran listrik dinonaktifkan, semua instalasi di ruangan ini harus diperiksa lagi sehingga kita tahu betul apakah aliran listrik sudah benar-benar mati,” ujar Kepala Operasi [Kasop] Lapangan Dinas Pemadam Kebakaran Ogan Komering Ilir Syaifuddin, di lokasi kebakaran, Selasa [4/10/2022].

Baca Juga:  PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Syaifuddin mengatakan, harusnya instalasi aliran listrik ini perlu ditinjau ulang. Sebab sudah berapa tahun sejak bangunan sekolah dibangun, tentu ada kabel atau sarana lain yang sudah usang. “Karena itu perlu dilakukan penggantian,” katanya

Para petugas damkar itu meneliti, ada sesuatu yang harus dipelajari dari kejadian yang menghanguskan ruang penyimpanan data tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebarann itu, kata Syaifuddin, namun semua data penting bagi kelangsungan pendidikan di SMPN 4 Jejawi itu tak bisa diselamatkan lagi.

Tapi ruang guru SMPN 4 Jejawi itu, mereka tampak bingung. Sebab tak lagi panduan pendidikan yang harus diajarkan.

“Saat ini kami bingung, Pak. Hanya kelanjutan sistem belajar yang masih kami ingat saja yang diajarkan ke siswa,” ujar seorang guru yang mengaku bernama Murni.

Kepala Sekolah SMPN 4 Jejawi Dahlan, tak mampu berbicara banyak. Ia hanya mengatakan bahwa setelah selesai belajar instalasi listriknya sudah dimatikan.

Menurut saksi mata yang sempat diwawancarai media ini, sehabis jam belajar, semua guru pulang. “Sebagian besar guru SMPN 4 Jejawi itu pulang ke Palembang. Makanya suasana gedung sekolah tampak tenang ketika itu,” jelas Rohman, penduduk setempat.

Baca Juga:  AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Namun tiba-tiba, ada kobaran api dari ruang penyimpanan arsip. Warga kaget setengah mati. Mereka berusaha keras untuk ikut memadamkan api yang menghanguskan ruangan penyimpanan data sekolah itu.

“Tapi sia-sia Pak. Karena tak ada alat yang cukup untuk memadamkan kobaran api di ruangan itu,” ujar Rohman.

Namun setelah kendaraan pemadaman api dari Dinas Pemadam Kebakaran OKI, barulah api tersebut dapat dipadamkan.

Sementara di ruang guru, sejumlah pendidik yang hadir pada Selasa [4/10/2022] itu memperlihatkan wajah bingung. “Kami sulit menerapkan program yang sudah ditentukan pemerintah,” ujar seorang guru.

Sementara itu pengamat pendidikan Sumsel Dr H Syarwani Ahmad MM, mengatakan meski di sekolah itu ada penjaganya, namun secara teknis, kepala sekolahnya harus bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran itu.

Sebab baik dari sisi pola pendidikan maupun teknis pemeliharaan gedung sekolah dengan segala pasilitasnya, kepala sekolahlah yang bertanggung jawab.

“Apalagi di tiap sekolah diberikan anggaran pemeliharaan untuk semua aspek. Nah coba gunakan anggaran itu untuk memelihara pasilitas listrik di sekolah itu. Ini suatu keharusan,” ujar Syarwani, ketika dikonfirmasi terkait kebakaran itu.

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan
Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎
Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
DPW PKB Sumsel Buka Suara Soal Tudingan Penipuan, Siap Lapor Balik Pelapor jika tak Terbukti ‎

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:15 WIB

Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Berita Terbaru