“3500 Guru Honorer Disetujui” Ribuan Guru Sujud Syukur

- Jurnalis

Rabu, 13 Juli 2022 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto bersama Sekda Kota Palembang Ratu Dewa dan Ribuan Guru di Gedung The Sultan Palembang, Rabu [13/07/2022]

Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto bersama Sekda Kota Palembang Ratu Dewa dan Ribuan Guru di Gedung The Sultan Palembang, Rabu [13/07/2022]

KETUA Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatera Selatan [PGRI Sumsel], H Ahmad Zulinto SPd MM mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang dalam memperjuangkan ribuan nasib Guru honorer Kota Palembang. 

“Terimakasih ke pada bapak Sekda Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi yang selalu memberikan perhatiannya ke pada ribuan tenaga pendidik dan kependidikan Palembang,” ungkap Zulinto seusai acara syukuran PGRI Sumsel bersama ribuan insan Guru dan honorer di gedung serbaguna The Sultan, Rabu [13/07/2022].

Zulinto menjelaskan dengan pengajuan formasi sebanyak 620 tenaga pendidik yang statusnya honorer dikaji ulang kembali pada beberapa hari lalu sehingga diajukan kembali sebanyak 3500 tenaga pendidikan honorer untuk diangkat menjadi PPPK dan itu disetujui.

“Sebanyak 3500 guru honorer di kota Palembang disetujui untuk diangkat menjadi PPPK dengan kategori. P1 yang lulus passing grade, P2 k2, P3 tidak lulus passing grade di atas 3 tahun dan P4 tidak lulus passing grade di bawah 3 tahun, mengingat kekurangan guru dari tingkat SD dan SMP yang ada di Kota Palembang sangat signifikan mencapai 4272 guru,” ujarnya. 

Baca Juga:  Disiplin Jadi Kunci, Satgas TMMD ke-129 Awali Hari dengan Apel Pagi

Saya meyakini, sambung Zulinto, bahwa guru guru yang ikhlas dan tulus mengajar membawa keberhasilan pendidikan. 

“Jika dengan keikhlasan maka anak anak didik yang dididik akan menjadi baik ini lah yang menjadi kekuatan di bidang pendidikan,” ucapnya. 

Ditanya soal jumlah guru honorer Zulinto yang juga menjabat Kadisdik Kota Palembang ini menyebutkan kalau untuk sekolah negeri itu sudah mencapai 4000-an  guru honorer ditambah swasta juga banyak. 

“Jadi total keseluruhan dengan semua tingkatan adalah 20 ribuan di Palembang, belum yang termasuk PAUDnya. Perjuangan ini belum berakhir, karena besok masih ada PR [kerjaan] yang masih kita perjuangkan,” tegasnya. 

“Termasuk tendiknya [tenaga teknik pendidik], yang belum diselesaikan yaitu bagian di pendidikan seperti TU, Operator Sekolah, penjaga Sekolah, ini merupakan jantung jantung pendidikan,” tambahnya. 

PGRI itu selalu berjuang untuk nasib guru guru honorer. Dirinya meyakini bahwa perjuangan ini akan selalu diridhoi oleh Allah SWT. “Terbukti tahun 2009, mendiang H Aidil Fitrisyah telah memperjuangkan bagi 10 ribu lebih guru dapat diangkat,” jelasnya. 

Baca Juga:  Katim Wasev Pastikan Rehab Rumah Karyo Sesuai Standar, Tekankan Kualitas Hasil Pembangunan

Sementara, Sekda Palembang, Ratu Dewa menyampaikan ini adalah awal dari perjuangan khususnya bagi para guru guru honorer. “Saya juga lagi memikirkan dan memperjuangkan di luar itu [tenga teknik pendidikan] dan juga para honorer non PNSD sehingga mendapatkan formasi yang disediakan oleh ,BKPSDM Palembang,” paparnya. 

Dijelaskan Dewa, kalo guru itu jelas sudah ada regulasinya dari Menteri Keuangan [Menkeu] juga melalui dana alokasi umum [DAU] dan dari lainnya. 
Ketersediaan anggaran, sambung Kepala ASN Palembang ini, juga berhubungan dengan APBD pemerintah juga untuk kebutuhan dan tunjangan para guru. 

“Selain itu, dalam pengangkatan guru guru honorer juga terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti masa tugasnya di 3 tahun dan terdapat tes yang harus diikuti oleh mereka,” tuturnya. 

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB