KETUA Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatera Selatan [PGRI Sumsel], H Ahmad Zulinto SPd MM mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang dalam memperjuangkan ribuan nasib Guru honorer Kota Palembang.
“Terimakasih ke pada bapak Sekda Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi yang selalu memberikan perhatiannya ke pada ribuan tenaga pendidik dan kependidikan Palembang,” ungkap Zulinto seusai acara syukuran PGRI Sumsel bersama ribuan insan Guru dan honorer di gedung serbaguna The Sultan, Rabu [13/07/2022].
Zulinto menjelaskan dengan pengajuan formasi sebanyak 620 tenaga pendidik yang statusnya honorer dikaji ulang kembali pada beberapa hari lalu sehingga diajukan kembali sebanyak 3500 tenaga pendidikan honorer untuk diangkat menjadi PPPK dan itu disetujui.
“Sebanyak 3500 guru honorer di kota Palembang disetujui untuk diangkat menjadi PPPK dengan kategori. P1 yang lulus passing grade, P2 k2, P3 tidak lulus passing grade di atas 3 tahun dan P4 tidak lulus passing grade di bawah 3 tahun, mengingat kekurangan guru dari tingkat SD dan SMP yang ada di Kota Palembang sangat signifikan mencapai 4272 guru,” ujarnya.
Saya meyakini, sambung Zulinto, bahwa guru guru yang ikhlas dan tulus mengajar membawa keberhasilan pendidikan.
“Jika dengan keikhlasan maka anak anak didik yang dididik akan menjadi baik ini lah yang menjadi kekuatan di bidang pendidikan,” ucapnya.
Ditanya soal jumlah guru honorer Zulinto yang juga menjabat Kadisdik Kota Palembang ini menyebutkan kalau untuk sekolah negeri itu sudah mencapai 4000-an guru honorer ditambah swasta juga banyak.
“Jadi total keseluruhan dengan semua tingkatan adalah 20 ribuan di Palembang, belum yang termasuk PAUDnya. Perjuangan ini belum berakhir, karena besok masih ada PR [kerjaan] yang masih kita perjuangkan,” tegasnya.
“Termasuk tendiknya [tenaga teknik pendidik], yang belum diselesaikan yaitu bagian di pendidikan seperti TU, Operator Sekolah, penjaga Sekolah, ini merupakan jantung jantung pendidikan,” tambahnya.
PGRI itu selalu berjuang untuk nasib guru guru honorer. Dirinya meyakini bahwa perjuangan ini akan selalu diridhoi oleh Allah SWT. “Terbukti tahun 2009, mendiang H Aidil Fitrisyah telah memperjuangkan bagi 10 ribu lebih guru dapat diangkat,” jelasnya.
Sementara, Sekda Palembang, Ratu Dewa menyampaikan ini adalah awal dari perjuangan khususnya bagi para guru guru honorer. “Saya juga lagi memikirkan dan memperjuangkan di luar itu [tenga teknik pendidikan] dan juga para honorer non PNSD sehingga mendapatkan formasi yang disediakan oleh ,BKPSDM Palembang,” paparnya.
Dijelaskan Dewa, kalo guru itu jelas sudah ada regulasinya dari Menteri Keuangan [Menkeu] juga melalui dana alokasi umum [DAU] dan dari lainnya.
Ketersediaan anggaran, sambung Kepala ASN Palembang ini, juga berhubungan dengan APBD pemerintah juga untuk kebutuhan dan tunjangan para guru.
“Selain itu, dalam pengangkatan guru guru honorer juga terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti masa tugasnya di 3 tahun dan terdapat tes yang harus diikuti oleh mereka,” tuturnya.
Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer


![Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto bersama Sekda Kota Palembang Ratu Dewa dan Ribuan Guru di Gedung The Sultan Palembang, Rabu [13/07/2022]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG_20220713_102527_copy_800x450.jpg)
















