Bangun Tigadihaji Palembang Terendam, ESP: BBWSS VIII Belum Maksimal

- Jurnalis

Kamis, 30 September 2021 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan Air pasca Hujan pada Rabu 29 September 2021, malam [Photo Abror Vandozer]

Genangan Air pasca Hujan pada Rabu 29 September 2021, malam [Photo Abror Vandozer]

Pompa Rp250 Miliar, Normalisasi Belum Selesai

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Anggota Komisi V DPR RI, Ir Eddy Santana Putra MT [ESP] menyebutkan pengendalian banjir di wilayah Kota Palembang harus dimulai dari ‘Grand Design’.

“Sebenarnya ini tidak mudah, sebab dari dulu kita telah melakukan upaya penanganan. Daerah Kota Palembang berada di dataran rendah, ketika terjadinya pasang dengan intensitas hujan yang tinggi, air tidak mengalir ke daerah aliran sungai [DAS] malah dari Sungai Musi masuk, sehingga impactnya banjir kalo tidak dilakukan tereatment,” ungkap ESP saat diwawancarai Wideazone.com melalui sambungan elektronik, Kamis [30/9].

Artinya harus ada pengendalian banjir itu dengan drainase drainase sebagai penanggulan seperti, ada Sekip Bendung, Sekanak Lambidaro, Sungai Buah, Kedukan dan juga diperkirakan ada 12 sungai kecil di Seberang Ilir. “Satu satunya data dari forensik area, resapan itu semakin sulit untuk gerak laju dari debit genangan air,” ujarnya.

Sampah yang menumpuk di aliran Sekip Bendung, Rabu 29 September 2021, malam [Photo Abror Vandozer]
Sampah yang menumpuk di aliran Sekip Bendung, Rabu 29 September 2021, malam [Photo Abror Vandozer]

Supervisi terhadap debit banjir  yang semakin besar, sambungnya adalah dengan melakukan Pompanisasi skala kecil dengan cara membuat pintu pintu air kala itu [saat menjabat Walikota Palembang] dan ternyata cukup efektif.

Baca Juga:  FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

“Penanganan itu kita lakukan untuk menarik genangan air dari kawasan Kantor Gubernur, Taman Siswa, Veteran, Rambang, saat itu semuanya ada pompa,” papar ESP yang pernah menjabat sebagai Walikota Palembang di Periode [2003-2013].

Progres BBWS Sumatera VIII Belum Maksimal

Dikatakan ESP, perencanaan itu pernah diusulkan, sekarang oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera [BBWSS] VIII dibuatlah Pompa sebesar Rp250 miliar. Jadi pompa itu besar, hebat dan mampu untuk kolam penampungan sementara, tapi terkait bendung itu sendiri belum selesai normalisasinya, lambat dan itu jadi persoalannya.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

“Jadi pompa itu percuma tidak ada realisasinya [garapannya]. Apa yang dipompa,”? ungkapnya.

Terkait Progres, kata ESP pompanisasi efektif jika normalisasi selesai dilakukan. Aliran sungai harus dinormalisasi yang sempit dilebarkan dan tidak ada lagi sampah. “Untuk Lambidaro masih dalam tahap pengerjaannya. Nanti, di ujung Sekanak Lambidaro terdapat kolam retensi yang besar rencananya,” jelasnya.

ESP menegaskan untuk Akselerasi normalisasi harus segera dilakukan. “Percuma Pompa sebesar itu jika normalisasinya lamban,”? ujarnya.

Kalo normalisanya lebih cepat, maka sistem pompanisasi di kawasan Kota Palembang akan terealisasi dan berjalan dengan yang diharapkan.

Pompanisasi yang dilakukan BBWS Sumatera VIII belum maksimal. Harus dikejar, BBWS haru kerja keras. “Jangan hanya bisa bangun bendungan Tigadihaji yang triliunan itu tapi Palembang terendam,” !! tuturnya.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB