WIDEAZONE.COM, SUMSEL — SEJARAH adalah memori kolektif masa lalu. Keberadaannya sangat pentingterbentuknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan fungsi sejarah adalah sebagai pengingat, pengikat dan penyemangat.
Prof Dr John Norman Miksic dari National University of Singapura, mengatakan, pada abad ke-7 Masehi, Kota Palembang telah memainkan peranan penting terkait kedudukan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang sangat diperhitungkan di Asia.
“Kemajuan itu dapat dirasakan dari perkembangan bidang pelayaran, perdagangan, sosial budaya dan politik.Pada akhirnya, Sriwijaya juga hadir sebagai pusat pendidikan ajaran Buddha,” ujar John Norman Miksic pada seminar kesejarahan : Sriwijaya dan Poros Maritim Dunia, di Hotel Aryadutha Jalan POM IX Palembang, beberapawaktulalu.
Menurut John, saat itu para rahib dari China berkeinginan mendalami ajaran Buddha di Palembang (Sriwijaya). Bahkan orang-orang India pun berdatangan untuk belajar mendalami asal muasal ajaran Buddha tersebut.
Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan dalam prasasti Kedukan Bukit yang tercatat 16 Juni 682 itu, Palembang akhirnya tercatat sebagai kota tertua di Indonesia. “Bahkan bagi masyarakat Kota Palembang pada masa kejayaan Sriwijaya hingga saat ini telah banyak mengalami akulturasi budaya,” katanya.
Sebagai kerajaan maritim, posisi geografis Kota Palembang sangat mendukung karena terletak di tepian Sungai Musi dan tidak jauh dari selat Bangka. “Karena itu sebagai lokasi yang strategis, banyak kapal-kapal dari luar yang ingin berdagang,” ujar John.
Sementara itu Prof Dr Susanto Zuchdi dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa seiring dengan dinamika peradaban dunia, pada masa berikutnya Palembang memainkan peranan penting dalam diaspora penyebaran ajaran Islam, terutama di Pulau Jawa.
“Bahkan pendiri kerajaan Islam pertama di Jawa, Kerajaan Demak adalah Raden Fatah. Dia adalah seorang sultan yang lahir dan besar di Palembang,” ujar Susanto.
Bahkan Kota Palembang terustumbuh dan berkembang menantang perubahan zaman. Boleh dikata, Palembang merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang secara berkesinambungan menjadi saksi dinamika perkembangan peradaban dunia tanpa mengalami kehancuran kotanya.
Terlepas dari metode sejarah, untuk membangkitkan kolektif bangsa mengenai Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim di bumi nusantara, Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan seminar kesejarahan “Sriwijaya dan Poros Maritim Dunia” .
Kegiatan itu berlangsung belum lama, menghadirkan 250 peserta yang berasal dari akademisi, mahasiswa, guru, instansi pemerintah, komunitas dan pemerhati sejarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan itu akan terbagi menjadi tiga rangkaian utama, yakni, keynote speech oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kedua, diskusi pleno menapilkan pembicara dari berbagai latar belakang keilmuan seperti, Prof Dr John Norman Miksic, Prof Dr Zuliskandar Ramly dari Universitas Kebangsaan Melayu, Prof Dr Susanto Zuhdi, Nurni Wahyu Wuryandari PhD dari Universitas Indonesia dan Helmy Yahya, Direktur Utama TVRI.
Ketiga, diskusi panel dari 50 pemakalah dengan subtema, maritim pada masa Sriwijaya dalam perspektif arkeologi, terdiri dari pemukiman laut basah (wetland), teknologi moda transportasi air serta ekonomi dan perdagangan.
Sedangkan dalam perspektif sejarah, catatan pelawat asing pada masa Sriwijaya, sumber-sumber tertulis tentang aturan kemaritiman Sriwijaya, peran Sriwijaya dalam hubungan internasional. Sementara maritim pada masa Sriwijaya dan kini dalam perspektif antropologi ialah, kehidupan orang suku bahari pada masa Sriwijaya, peran suku laut pada masa Sriwijaya dan organisasi sosial pada suku laut. (abror)



![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)

![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

