Korea Utara Tampilkan Rudal Balistik Antarbenua

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi.net

ilustrasi.net

MENURUT para Analis pertahanan, Korea Utara memiliki rudal balistik antarbenua baru dan sistem senjata baru lainnya selama parade militer menjelang fajar yang diatur dengan cermat pada Sabtu.

Tampaknya rudal itu merupakan Peluru Kendali Balistik Antarbenua atau disebut Intercotinental Ballistic Missile (ICBM) terbesar yang pernah ditampilkan Korea Utara hingga membuat analis percaya itu mungkin “strategi senjata baru” yang dijanjikan pada awal tahun kepemimpinan Kim Jong Un

Kim mengawasi pawai, yang merupakan bagian dari perayaan yang dimaksudkan untuk menandai ulang tahun ke-75 Partai Buruh Korea yang berkuasa di Korea Utara.

Mengenakan jas dan dasi abu-abu gaya Barat, Kim berulang kali tampak menangis saat menyampaikan pidato kepada ribuan peserta tanpa topeng yang bersorak-sorai di tengah-tengah Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang.

Baca Juga:  Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan

“Kami akan terus memperkuat pencegahan perang untuk pertahanan diri untuk mencegah, mengendalikan dan mengelola semua upaya berbahaya dan tindakan yang mengancam, termasuk ancaman nuklir yang terus berkembang, dari pasukan musuh,” kata Kim dalam pidatonya selama 25 menit.

Meski tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat, Kim menyampaikan “salam hangat” ke Korea Selatan, mengungkapkan harapan agar kedua negara dapat segera memperbaiki hubungan yang memburuk tahun ini.

Kim juga meminta maaf atas kesengsaraan ekonomi, mengakui negaranya menghadapi “tantangan tak terduga” tahun ini, termasuk banjir besar dan pandemi virus korona, seperti yang dilansir voanews.com.

Baca Juga:  Cik Ujang Calon Tunggal Demokrat Sumsel, DPP Putusan Akhir

Tetapi Kim mengklaim tidak ada “satu orang pun” di Korea Utara yang menjadi korban COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus korona, menggemakan pernyataan pemerintah Korea Utara yang menurut para ahli praktis tidak mungkin untuk diverifikasi dan hampir pasti salah.

Meskipun Korea Utara telah berusaha untuk sepenuhnya menutup perbatasannya karena pandemi, pawai tersebut menunjukkan rasa percaya diri, dengan tidak ada pemimpin Korea Utara, peserta parade atau penonton yang mengenakan topeng atau terlibat dalam jarak sosial. (red)

Berita Terkait

Lima Petugas Dishub Palembang Dipecat, 14 Kena Sanksi Administratif Buntut Razia Liar
Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah
Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM
Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship
Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat
Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Masa Bakti Diperpanjang
Sidang Praperadilan Narkotika di Palembang Disorot: Kuasa Hukum Ungkap Surat Penahanan Cacat Formil

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 10:05 WIB

Lima Petugas Dishub Palembang Dipecat, 14 Kena Sanksi Administratif Buntut Razia Liar

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:59 WIB

Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:43 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:24 WIB

Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:08 WIB

Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat

Berita Terbaru