Destinasi Wisata Mangrove Sumsel Siap Saingi Bali

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2020 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mimpi masyarakat Sumsel memiliki destinasi wisata mangrove atau hutan bakau yang populer seperti di pulau Bali sangat mungkin segera terwujud. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menanam Mangrove bersama Gubernur serentak se-Sumatera, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke 75 kemerdekaan RI, di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Senin (3/8/20).

Mimpi masyarakat Sumsel memiliki destinasi wisata mangrove atau hutan bakau yang populer seperti di pulau Bali sangat mungkin segera terwujud. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menanam Mangrove bersama Gubernur serentak se-Sumatera, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke 75 kemerdekaan RI, di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Senin (3/8/20).

WIDEAZONE.COM, BANYUASIN — Mimpi masyarakat Sumsel memiliki destinasi wisata mangrove atau hutan bakau yang populer seperti di pulau Bali sangat mungkin segera terwujud.

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menanam Mangrove bersama Gubernur serentak se-Sumatera, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke 75 kemerdekaan RI, di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Senin (3/8/20).

Untuk mewujudkan impian tersebut kata Herman Deru, Pemprov Sumsel butuh kerjasama dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemkab setempat yakni Kabupaten Banyuasin.

“Taman wisata mangrove ini jangan jadi mimpi lagi dan ini tuan rumahnya Banyuasin. Di sini juga ada Taman Sembilang tempat burung Siberia dan pemandangannya indah sekali tapi. Ini potensial sekali, tapi kita butuh bantuan Kementerian juga karena kalau mengandalkan APBD kabupaten tentu tidak cukup,” ungkapnya.

Selain dapat menjadi destinasi wisata yang menarik, keberadaan hutan mangrove sangatlah penting bagi ekosistem di sekitarnya karena mangrove juga dapat mencegah terjadinya abrasi.

” Kita lihat sendiri sedimentasi disini begitu cepat. Ini diakibatkan karena mangrovenya banyak yang rusak. Karena dibuat orang menjadi arang. Harus ada terobosan agar perajin arang punya alternatif menggunakan kayu lain agar mangrove kita tidak rusak. Mereka harus diberikan pelatihan,” jelasnya.

Sesuai arahan Presiden lanjut Herman Deru, hendaknya gerakan penanaman mangrove ini jangan sekedar dilakukan sebagai simbolik saja namun terus dimasifkan ke depan sehingga keberadaannya dapat terus dilestarikan.

“Saat ini dunia resah karena mangrove berkurang. Dan kolita masih ada kesempatan berbuat mempertahankan anugerah ini. Mari kita lakukan agar kelanjutan ekosistem ini terjaga sekaligus mengurangi kekhawatiran dampak efek rumah kaca,” terangnya.

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili oleh Staf Khusus Menteri LHK Irjen pol Drs Jhonny siahaan SH MH mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar acara penanaman Mangrove bersama Gubernur di seluruh provinsi.

Untuk tanggal 3-4 Agustus 2020 Acara dilaksanakan secara serentak di 9 Provinsi di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan. Lampung, Jambi, Riuu, Kepulaunn Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan ini dipusatkan di Bangka Belitung dan akan dicanangkan olch Bapak Presiden RI tanggal 5 Agustus 2020 nanti.

Penanaman Mangrove Bersama Gubernur Sumatera Selatan dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Api-api dengan dihadiri oMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili Staf Khusus Menteri LHK Irjen Pol Drs Jhonny Siahaan SH MH didampingi Sekretaris Ditjen PSLB3 Drs Sayid Muhadhar MSi, Gubernur Sumatera Selatan beserta jajaran terkait, Forkompimda, UPT lingkup Kementerian LHK. Wakil Ketua DPRD, Kartika Sandra Desi, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, Ketua TP PKK Feby Deru, Bupati Banyuasin Askolani pemerhati mangrove dan masyarakat.

Menurut Jhonny Ekosistem mangrove merupakan sumberdaya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang nilainya sangat tinggi, oleh karena itu perlu upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara lestari untuk kescjahteraan masyarakat.

Ekosistem mangrove juga merupakan bagian integral dari pengelolaan wilayah pesisir yang terpadu dengan Pengelolaan Dacrah Aliran Sungai. Perlu koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergi lintas sektor, instansi dan lembaga dalam pemeliharaan ckosistem mangrove.

Baca Juga:  Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

“Berdasarkan Peta Mangrove Nasional tahun 2019 luas mangrove Indonesia kurang lebih 3,31 juta hektar, dimana seluas kurang lebih 2,67 juta hektar (81%) ekosistem mangsove dalam kundisi baik dan seluas 0,67 juta hektar (19%) dalam kondisi kritis. Untuk provinsi Sumatera Selatan, luas mangrove kurang lebih 158,734 lektar yang tersebar di Banyuasin, Musi Banyuasin dan Ogan Komering llr. Hari ini kita jaga mangrove untuk bumi kita,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPDAS Musi, Siswo SHut mengatakan hari ini mereka sudah menanam lebih dari 2020 batang mangrove seperti yang ditargetkan pemerintah pusat. Sebanyak 1900 batang mangrove sudah ditanam sebelum acara dan 100 batang lebih ditanam secara simbolik.

Menurutnya dari berhagai kajian akademik secara konsisten menunjukkan bahwa kehilangan mangrove terbesar di Indonesia dipicu oleh perluasan lahan tambak yang sangat masif. Selain itu juga disebabkan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, perkebunan, sarana infrastruktur, penebangan illegal, serta pencemaran limbah.

Karena itu melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia ini ditandai dengan penanaman 2020 batang Mangrove di setiap provinsi secara bersama-sama, sebagai upaya membangun sinergi dan sinkronisasi lintas ektor dalam pengelolaan ekosistem mangrove.

Harapannya dengan penanaman ini kedepan hutan mangrove dapat terpelihara fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan, antara lain sebagai pelindung dari abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, menyimpan karbon serta fungsi ekowisata dan mitigasi bencana. (Rill/Akip)

Berita Terkait

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terbaru