Corona dan Akal Sehat

- Jurnalis

Senin, 20 April 2020 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi COVID-19.net

Ilustrasi COVID-19.net

Seperti mendung yang datang tiba-tiba
Engkau membuat bumi menangis
Gemuruh langit menyambar jantung
Kami takut, menutup dan mengunci pintu
Engkau datang diam dan penuh wibawa
Pasti bukan sejenis burung Ababil
Manusia yang diciptakan Tuhan dalam ragam
Menyatu mencari dan mengadu pada Tuhannya
Lewat jalan dan keyakinan masing-masing
Tidak lagi bergerombol, di jalan, atau rumah ibadah
Tapi sendiri-sendiri sambil menghitung sunyi.
Akal, yang telah dicipta dan diperintah Tuhan
untuk manusia agar membaca.
Baca. Baca. Bacalah.

Bacalah dalam bayani, irfani, dan burhani
Maka inilah ejaan dari Tuhan:
Corona, Covid-19, Masker, Jaga jarak,
Karantina mandiri, isolasi, di rumah saja.
(Tuhan, Beri kami kemampuan akal yang kuat)
Kami lalu mengunci semua hasrat berkumpul
Mengunci niatan beribadah bersama
Mengunci hasrat plesiran dan tradisi mudik.
Akal itu adalah biji iman agar sahadat
tumbuh subur menjadi ibadah, doa, dan ikhtiar
Sanubari kami terus bersujud dalam tauhid
Tiada syirik, tiada musyrik, dan tiada munafik
Semantara itu, sebagian orang mengingkari akal
Mereka tak menoleh ketika menyeberangi jalan
Sehingga duka berpanjang, tangis pun lama berhenti
Sebagian lagi tak mengenali arti sajadah panjang

Baca Juga:  PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Mereka menolak dan mengutuk pahlawan yang mati
Seakan-akan telah menjadi pemilik bumi Tuhan.
Mereka telah mengunci dan menyesatkan akal sehat
Menjerumuskannya ke dalam pedang ketakutan.
Tak ada jaminan ketaatan pada akal sehat
Umat pun telah banyak ingkar pada agamanya
Anak melawan orang tua, murid memukul guru
Istri-istri menentang suami, aparatur korupsi
Akal-akalan telah melawan akal sehat.
Akal-akalan tak akan tumbuh menjadi iman.
Corona telah menguji ketaatan pada akal sehat.

Baca Juga:  PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sako, 20 April 2020

Berita Terkait

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN
Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !
BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !
Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !
KMP Gelar Literasi Sastra: Inklusi dan Pemerataan Edukasi
Harsinas Dekatkan Puisi ke Masyarakat
ORANG-ORANGAN SAWAH
Sulaiman: Sayap-Sayap Proklamasi, Edukasi Sejarah bagi Generasi Muda Kita

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:17 WIB

Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:15 WIB

Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:34 WIB

KMP Gelar Literasi Sastra: Inklusi dan Pemerataan Edukasi

Berita Terbaru