IOC SKK Migas Mirip Pusat Kendali NASA! 24 Jam Nonstop Pantau Produksi Migas

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Integrated Operation Center [IOC] di lantai 28 Gedung Wisma Mulia, SKK Migas memantau aktivitas eksplorasi dan produksi migas dari berbagai wilayah Indonesia selama 24 jam nonstop, bahkan secara real time.

Integrated Operation Center [IOC] di lantai 28 Gedung Wisma Mulia, SKK Migas memantau aktivitas eksplorasi dan produksi migas dari berbagai wilayah Indonesia selama 24 jam nonstop, bahkan secara real time.

‎WIDEAZONE.com, JAKARTA |  Tak ada ruang bagi aktivitas produksi minyak dan gas bumi [migas] nasional luput dari pengawasan. Melalui Integrated Operation Center [IOC] di lantai 28 Gedung Wisma Mulia, SKK Migas memantau aktivitas eksplorasi dan produksi migas dari berbagai wilayah Indonesia selama 24 jam nonstop, bahkan secara real time.
‎
‎Pusat kendali yang tampilannya menyerupai ruang kontrol NASA tersebut menjadi salah satu andalan SKK Migas dalam mengawasi pergerakan produksi migas nasional, mendeteksi gangguan operasional hingga mengantisipasi potensi kebocoran di lapangan.
‎
‎Gambaran kecanggihan sistem pemantauan tersebut diketahui saat puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas [FJM] Sumatera Selatan mengunjungi kantor pusat SKK Migas, Kamis 5 November 2026.
‎
‎Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel], Bambang Dwi Djanuarto, menjelaskan IOC Room merupakan pusat pemantauan aktivitas produksi minyak dan gas bumi nasional yang bekerja secara terintegrasi.
‎
‎”Fungsi IOC sebagai pantau lifting nasional. Bahkan, gangguan operasional maupun kebocoran di lapangan diharapkan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya bisa segera dilakukan,” kata Bambang.
‎
‎Menurutnya, keberadaan IOC menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi produksi migas nasional. Dengan pemantauan yang berlangsung setiap saat, berbagai kendala operasional diharapkan dapat diketahui lebih dini sehingga tidak berdampak besar terhadap produksi.
‎
‎Ia berharap sistem tersebut mampu membantu pemerintah mencapai target produksi migas nasional melalui pengawasan yang lebih cepat, akurat dan terintegrasi.
‎
‎Sementara itu, Tim PPF SKK Migas, Yogi, mengungkapkan IOC Room mulai dibangun pada 2019 sebagai sistem terpadu untuk memantau berbagai aktivitas operasional produksi migas. Sistem ini juga dapat diakses secara daring oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
‎
‎Tidak sekadar menampilkan angka produksi, IOC memungkinkan SKK Migas memantau perjalanan proses produksi, mulai dari aktivitas operasional di lapangan hingga hasil produksi yang siap dijual. Sistem tersebut juga telah terkoneksi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral [ESDM].
‎
‎Yogi menjelaskan, sebelumnya pengawasan produksi lebih banyak mengandalkan laporan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama [KKKS]. Kini, SKK Migas terus mengembangkan sistem agar data produksi seluruh KKKS dapat terintegrasi dan dipantau secara real time.
‎
‎”Dengan pengembangan tersebut, data produksi migas diharapkan dapat dipantau dan dikendalikan setiap hari secara lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
‎
‎Dalam pemaparan tersebut terungkap, produksi migas nasional saat ini mendekati 600 ribu barel minyak per hari [BOPD] dan 7.000 juta kaki kubik standar per hari [MMSCFD].
‎
‎Untuk mendongkrak produksi, terdapat 832 kegiatan eksplorasi dan produksi yang direncanakan sepanjang tahun ini. Namun, realisasinya hingga saat ini baru sekitar 500 kegiatan.
‎
‎Angka tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi industri hulu migas nasional. Di tengah kebutuhan menjaga dan meningkatkan produksi, kecepatan mendeteksi persoalan di lapangan serta efektivitas pengawasan menjadi faktor penting.
‎
‎Kunjungan FJM Sumsel ke pusat kendali SKK Migas ini sekaligus membuka gambaran bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mengawal aktivitas hulu migas nasional. Dari satu ruangan di lantai 28 Wisma Mulia, denyut produksi migas dari berbagai wilayah Indonesia terus dipantau, 24 jam sehari, demi menjaga pasokan energi dan mengejar target produksi nasional. [AbV]

Baca Juga:  Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terkait

SKK Migas: Penutupan Akses Sumur Bisa Ganggu Pasokan BBM dan Listrik
ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia
Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!
HGB Koperasi Rakyat Miskin Kota, Gagasan Baru Reforma Agraria Perkotaan: Tanah Jangan Hanya Dikuasai Pemodal
Medco E&P Tanam 22 Ribu Mangrove di Banyuasin, Rehabilitasi Pesisir Sungsang IV Terus Dipantau
Hadapi Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang, Ratu Dewa Instruksikan OPD Pemkot Palembang Siaga
Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
Kapasitas Data Center RI Diproyeksi Tembus 11 GW, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:02 WIB

SKK Migas: Penutupan Akses Sumur Bisa Ganggu Pasokan BBM dan Listrik

Jumat, 6 November 2026 - 11:13 WIB

IOC SKK Migas Mirip Pusat Kendali NASA! 24 Jam Nonstop Pantau Produksi Migas

Rabu, 4 November 2026 - 19:24 WIB

ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 15:16 WIB

Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!

Senin, 2 November 2026 - 12:56 WIB

HGB Koperasi Rakyat Miskin Kota, Gagasan Baru Reforma Agraria Perkotaan: Tanah Jangan Hanya Dikuasai Pemodal

Berita Terbaru