PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Oleh Anto Narasoma

KAITAN jiwa pelukis wanita asal Yogyakarta Yaya Maria dengan laut, begitu kental. Dari beberapa lukisannya, Yaya selalu menghadirkan laut sebagai obyek lukisannya.

Ada beberapa lukisannya seperti *Akar di Bumi, Doa di Langit*, *Go to the Real World* dan *Song from Heaven. dan Langkah Pasti Sang Bidadari*. Entah kenapa pelukis Yaya selalu menghadirkan laut dalam lukisannya, saya juga kurang paham.

Namun yang pasti, laut dan manusia tak bisa lepas dari eksistensi sebagai corak kehidupan yang saling memberikan akses keuntungan bagi manusia.

Sebab laut memberikan oksigen, pengatur iklim bumi, serta menyediakan sumber makanan bagi manusia. Karena kedekatan itulah bisa jadi Yaya lebih cenderung menghadirkan laut dalam beberapa lukisannya.

Terkait hal itu, sebagai penulis saya mencoba membidik satu lukisannya yang menarik perhatian saya, yakni *Langkh Pasti Sang Bidadari*.

Di balik esensi lukisan ini, saya merasakan ada nilai kedekatan antara kelembutan hati seorang wanita dan emosi pribadi yang begitu kuat secara ilustratif.

Dari isi dan esensi lulisan *Langkah Pasti Sang Bidadari* ini terkandung semangat juang yang menggebu dan diekspresikan Yaya dalam menggapai nilai-nilai estetika pada kedalaman lukisan ini.

Meski demikian, Yaya tampaknya begitu hati- hati menciptakan ide dasar dari lukisan ini, sehingga tampilan seorang wanita yang tengah mengendalikan lajunya perahu yang ditumpanginya tampak hidup saat mendekati palung besar di tengah laut.

Apakah wanita ini akan bunuh diri dengan cara melarungkan perahunya ke titik pusaran air dalam palung tersebut?

Bisa jadi ada persepsi di dalam diri pelukis bahwa palung perputaran air laut itu merupakan lorong ke jalan lain untuk membebaskan diri dari berbagai hal terkait penderitaan yang dialami wanita pengendali perahu tersebut.

Dari ungkapan tekstur lukisan itu menjelaskan sikap keras si pelukis menghadapi tantangan kehidupan ini. Bukan soal apakah itu lorong jalan untuk menghindari persoalan hidup, tapi dari keteguhan hatinya, si pelukis mempunyai jiwa yang tegas dan tolerans terhadap situasi lingkungannya.

Secara visual lukisan *Langkah Pasti Sang Bidadari* mencerminkan sikap tegas si pelukis sendiri, meskipun ia adalah seorang wanita (wanita besi).

*Keterpaduan*
Dari bentuk dan visualisasi lukisan *Langkah Pasti Sang Bidadari* memiliki unsur estetika yang kompleks. Artinya, selain bercerita tentang sikapnya, namun secara estetik, memperlihatkan nilai krindahan yang pantas diapresiasi.

Dari garis dan warna yang mengilustrasi lukisan ini, guratan komposisinya begitu tegas. Bahkan posisi *Sang Bidadari* begitu yakin akan menasuki wilayah “lorong suci” –tempat berserah diri agar terbebas segala persoalan.

Apakah si pelukis menolak ketentuan Sang Pencipta untuk lari dari segala persoalan?

Secara pribadi –tampaknya sikap pelukis Yaya Maria tidak seperti itu. Sebagai pelukis justru lebih dekat dengan pengelolaan psikologi seni dan estetika lukisan.

Karena itu pelukis Yaya bersikap bahwa palung air di permukaan laut dinilainya sebagai lorong pembebasan diri dari beban persoalan yang dihadapinya sehari-hari.

Dari sikap seperti itu, pelukis lebih banyak mengetengahkan penataan komposisi yang kaya persepsi dan kekuatan warna-warni, serta memunculkan titik, garis, bidang, bentuk, dan tekstur gelap dan terang.

Karakter lukisannya dipenuhi ide-ide briliyan. Coba kita perhatikan bahwa di kiri-kanan wanita yang mengendalikan perahu (bisa jadi bidasari), diilustrasi ikan-ikan paus, burung-burung, dan beberapa planet.

Lukisan ini tampak unik dan penuh dengan filosofi kehidupan yang begitu luas, sehingga mampu menjadi guru bagi si pelukis.

Yang tak masuk akal, gambaran idenya mengetengahkan laut . Namun pemaparan ide dan gagasannya justru berada di udara bebas. In bentuk estetika yang filosofis untuk menerjemahkan arti dari gagasan si pelukis.

Dalam kaitan ide dan gagasan, Yaya Maria tak ragu-ragu untuk menetapkan warna dari tiap ruang-ruang di lukisannya, sehingga tak terjadi kesan lukisan ruang kosong.

Sikap tegas seperti ini patut diacungi jempol. Karena tiap karya seni, secara psikologis akan menerjemahkan sikap pelukisnya sendiri disaat menumpahkan ide-idenya dalam berkarya. (*)

Berita Terkait

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro
PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN
Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !
BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !
Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !
KMP Gelar Literasi Sastra: Inklusi dan Pemerataan Edukasi
Harsinas Dekatkan Puisi ke Masyarakat
ORANG-ORANGAN SAWAH

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:47 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:17 WIB

Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !

Berita Terbaru

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB