4 Hari Pencarian, 3 Kru Kapal Semar Ditemukan, Satu Meninggal Dunia

- Jurnalis

Selasa, 5 Oktober 2021 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4 Hari Pencarian, 3 Kru Kapal Semar Ditemukan, Satu Meninggal Dunia

4 Hari Pencarian, 3 Kru Kapal Semar Ditemukan, Satu Meninggal Dunia

SETELAH melakukan pencarian selama empat hari, akhirnya Basarnas Palembang bersama tim SAR Gabungan berhasil menemukan Kru Kapal Semar Laut di ambang luar.

Tiga orang kru asal Sungsang dua Kru selamat yakni Adi [25], Ramsik [27] dan satu orang bernama Donal [18] meninggal dunia.

Korban Donal ditemukan tim SAR Gabungan dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Peristiwa tersebut bermula saat Kepala Basarnas Palembang Hery Marantika SH MSi mendapatkan terkait informasi [Kru Kapal Semar Laut hilang dan tenggelam] yang diterima kemarin sore, Jumat [1/10].

“Ketiga kru tersebut hendak mencari ikan ke ambang luar Selat Bangka menggunakan Kapal Semar Laut. Namun kejadian naas dialami mereka, kapal yang digunakan menghantam tongkang Batubara sehingga menyebabkan mereka hanyut dan tenggelam di laut,” ungkap Akim kepada Basarnas Palembang.

Baca Juga:  Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

Dikatakan Hery, satu tim Rescue berjumlah tujuh orang saat ini sudah berada di lokasi dibantu juga dari unsur potensi SAR lainnya [Polairud, TNI AL, Polda Sumsel, Lanal Palembang] dan saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak SAR Pangkal Pinang karena insiden ini terjadi berada di tengah tengah antara dua wilayah kerja.

“Operasi pencarian korban menggunakan satu set Rubber Boat dan RIB 01 Basarnas Palembang dan satu Rubber Boat Basarnas Pangkal Pinang dengan teknik penyisiran di atas permukaan air,” jelasnya.

Baca Juga:  70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Tim SAR Gabungan, ujar Hery berhasil mengevakuasi jasad korban Donal di sekitar 2 NM ke arah Tenggara dengan koordinat 1° 54’60.00″S 104°58’0.00″E dari lokasi kejadian.

“Korban ditemukan mengapung di Tanjung Pedrik Senin [4/10] pukul 09:0 WIB. Jasad korban dibawa ke rumah sakit umum Bangka Barat,” tuturnya.

Hery mengimbau kepada seluruh masyarakat. Marilah sama-sama, membiasakan hidup yang selalu mengutamakan keselamatan. Baik secara perorangan maupun secara bersama agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali.

“Terima kasih atas kerjasamanya sehingga korban berhasil temukan,” tutupnya.

Laporan Suherman

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB