2 Tahun RSUD Terbengkalai, Layanan Kesehatan Masyarakat OKU Terancam

- Jurnalis

Kamis, 12 September 2019 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli OKU (FORMAT OKU) menggelar aksi demonstrasi di depan halaman Pemerintah Kabupaten OKU, Kamis (12/09/2019)

Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli OKU (FORMAT OKU) menggelar aksi demonstrasi di depan halaman Pemerintah Kabupaten OKU, Kamis (12/09/2019)

WIDEAZONE.COM, BATURAJA — Pembongkaran RSUD Ibnu Sutowo yang telah hampir 2 tahun menjadi terbengkalai dan belum dibangun kembali menyebabkan fasilitas layanan kesehatan masyarakat OKU terancam.

Massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli OKU (FORMAT OKU) menolak berdialog dengan Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) Priyatno Darmadi, saat melakukan aksi demonstrasi di Pemkab OKU Kamis (12/09/2019).

Massa menolak berdialog dengan Priyatno karena mereka menilai Asisten 1 Setda OKU tersebut bukanlah pihak yang dapat mengambil kebijakan dan menjelaskan detil permasalahan yang mereka pertanyakan.

“Kami ingin mendapat penjelasan langsung dari Bupati OKU, Wakil Bupati atau Sekda terkait terkatung-katungnya pembangunan RSUD Ibnu Sutowo,” ujar Korlap aksi Mulya Ari Ramadhan.

Kedatangan massa yang merupakan gabungan dari Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah OKU Raya (KAMMI OKU Raya), Gerakan Rakyat dan Pemuda OKU (Garda OKU) dan Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) tersebut untuk mempertanyakan tak kunjung dimulainya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja padahal hampir 2 tahun sebagian bangunan rumah sakit itu dibongkar.

Massa FORMAT OKU mengadakan aksi teatrikal, di depan halaman Pemkab OKU, Kamis (12/09/2019)
Massa FORMAT OKU mengadakan aksi teatrikal, di depan halaman Pemkab OKU, Kamis (12/09/2019)

“Kami menduga negara juga dirugikan karena pendapatan daerah dari sektor pelayanan kesehatan di RSUD Ibnu Sutowo berkurang akibat pembongkaran tersebut,” ujar salah satu korlap aksi Josi Robet.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Empat Daerah

Josi Robet yang merupakan Ketua Gerakan Masyarakat dan Pemuda OKU (Garda OKU) juga mempermasalahkan sumber dana pembongkaran RSUD Ibnu Sutowo, serta aset bekas pembongkaran yang tak diketahui kemana rimbanya, serta terganggunya pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Sementara itu Muslimin Jakfar Ketua Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu meminta pihak terkait untuk membuka tabir gelap pembangunan RSUD Ibnu Sutowo.

“Aparat hukum baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan harus melakukan penyelidikan terkait dugaan kerugian negara yang ditmbulkan dari pembongkaran rumah sakit ini,” teriak pria yang akrab disapa Mimin itu dengan lantang.

Massa aksi juga menyesalkan pihak Pemkab OKU yang lemah dalam perencanaan pembangunan.

“Kalau dana belum jelas, bangunan jangan dulu dibongkar, seharusnya ada pendapatan daerah, namun hari ini tinggal puing-puing,” tutur Ria salah satu orator dari KAMMI OKU Raya.

Suasana aksi memanas saat massa aksi memaksa masuk ke dalam Pemkab OKU untuk bertemu Bupati, beberapa kali massa dan aparat keamanan dari Polres OKU dan Pol PP terlibat saling dorong, bahkan seorang massa aksi mengaku sempat menjadi korban tendangan anggota Sat Pol PP.

Baca Juga:  Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA

Massa menolak masuk karena dibatasi hanya 25 orang perwakilan dapat masuk ke ruang rapat Pemkab OKU, sementara pihak Pemkab yang diwakili Asisiten 1 menolak tawaran massa untuk berdialog dihalaman Pemkab OKU.

Massa yang kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Bupati OKU akhirnya membubarkan diri, namun mereka berjanji akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Sementara itu Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab OKU Priyatno Darmadi saat diwawancara wartawan pasca aksi tersebut menjelaskan bahwa penolakan massa aksi saat dirinya ingin menerima massa aksi adalah hal yang biasa.

“Itu biasa, tadi dinas terkait sudah siap menjelaskan permasalahan pembangunan RSUD Ibnu Sutowo,” tutur pria yang pernah menjadi calon Bupati OKU ini.

Selanjutnya menurut Priyatno dirinya akan menyampaikan permasalahan yang terjadi hari ini kepada atasannya dalam hal ini Sekda OKU.

 

Sumber : IMO Indonesia DPC Baturaja

Berita Terkait

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA
Lidyawati Cik Ujang Ajak Pelajar Sumsel Jaga Kesehatan Jantung Sejak Dini
Gubernur Herman Deru Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Empat Daerah
Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship
Masyarakat 5 Desa di OKU Swadaya Perbaiki Jalan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:11 WIB

SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:15 WIB

Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA

Senin, 25 Mei 2026 - 21:35 WIB

Lidyawati Cik Ujang Ajak Pelajar Sumsel Jaga Kesehatan Jantung Sejak Dini

Berita Terbaru

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]

Breaking News

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Jun 2026 - 19:32 WIB