banner 970x250
banner 970x250

Webinar Bersama Menteri Sandiaga Uno, Herman Deru Promosi Sriwijaya Grand Fondo dan Sriwijaya Dempo Run

  • Bagikan
Webinar Bersama Menteri Sandiaga Uno, Herman Deru Promosi Sriwijaya Grand Fondo dan Sriwijaya Dempo Run
Webinar Bersama Menteri Sandiaga Uno, Herman Deru Promosi Sriwijaya Grand Fondo dan Sriwijaya Dempo Run
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Sektor Pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19. 

Penurunan jumlah kunjungan wisatawan cukup signifikan ini disebabkan karena kebijakan physical distancing di samping penutupan akses sehingga mobilitas warga.

Sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak COVID lebih dari satu tahun ini, bahkan daerah yang menggantungkan PAD-nya pada pariwisata bisa kontraksi di atas 50 persen.

“Di sini kita dituntut kreatifitas, khususnya pelaku usaha, bahwa kita jangan sampai  menyerah dengan COVID. Justru kita  harus cerdik menyiasatinya,” ungkap Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada webinar Sumatera Travel Destination Summit, bertempat di Command Center Pemprov Sumsel, Rabu  (2/6) sore. 

Webinar Bersama Menteri Sandiaga Uno, Herman Deru Promosi Sriwijaya Grand Fondo dan Sriwijaya Dempo Run
Webinar Bersama Menteri Sandiaga Uno, Herman Deru Promosi Sriwijaya Grand Fondo dan Sriwijaya Dempo Run

Karena itu lanjut Herman Deru  dibutuhkan  kolaborasi antar lembaga baik  vertikal maupun horizontal  untuk kembali  membangkitkan sektor  pariwisata di masing-masing daerah 17 kabupaten/kota di Sumsel.

“Provinsi Sumsel memilik Ranau Grand Fondo dan Sriwijaya Dempo Run yang Insya Allah akan menjadi agenda tahunan pada kalender nasional. Sriwijaya Gran Fondo ini merupakan event yang di gelar di danau terbesar kedua di Indonesia yang menawarkan pemandangan alam dan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat di sekitar Danau Ranau,” katanya.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,  Sandiaga Uno mengatakan webinar ini diharapkan bisa mewadahi pariwisata dan ekonomi kreatif. Bisa memberikan dorongan bagi masyarakat bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi yang bagus sehingga diperlukan kolaborasi spesifikasi produk dengan menerpakan protokol kesehatan dan CHSE.

“Strategi yang kita harapkan untuk mendorong pariwisata dan ekraf dengan gerak cepat, geber dan gaspol seluruh potensi lokal,” tambahnya. (rel/Abr/Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *