Tiga Puisi Corona, Sesuai Konteks COVID-19

- Jurnalis

Minggu, 22 Agustus 2021 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seniman panggung dan penyair Bambang Oeban

Seniman panggung dan penyair Bambang Oeban

MEMBACA tiga puisi Amin Tras yang berjudul “Jangan Tantang Aku, Corona Allah, dan Sayangi Aku” sangat menyentuh pola pikir dan nilai keimanan seseorang.

Dari uraian kata yang sederhana, nilai isi ketiga puisi itu cenderung menggugah kadar pemikiran yang cerdas di dalam menghadapi paparan virus corona 2019 (COVID-19).

Seperti yang dikemukakan penyair Belanda Johann Ludwick Tiek, gugahan isinya mampu mempengaruhi tingkat tertinggi dari nilai pemikiran seseorang. “Inilah cara cerdas dari nilai isi yang disampaikan melalui lapian kalimat dalam puisi yang cerdas,” ujar Johann.

Menurut Amin Tras, sebelumnya ia hanya tergugah ketika dunia, termasuk Indonesia terpapar virus corona dari wilayah Wuhan, China. “Awalnya virus ini hanya memapar manusia, sama seperti virus fluenza. Namun dalam dua tahun terakhir, daya paparnya justru semakin gencar berbahaya,” ujar Amin Tras, Minggu (22/8/2021).

Baca Juga:  PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Karena itu dalam suasana pandemi COVID-19 dan tahun kemerdekaan Indonesia, kata Amin, ia mencoba menggelar lomba baca puisi secara webinar. ‘Awalnya saya enggak yakin ada yang mengikutinya. Ternyata dahsyat sekali. Ada sekitar 68 peserta. Wuih, saya tidak menyangka,” ujar Amin tertawa.

Sebagai penulis tiga puisi itu, katanya, awalnya dia tak yakin dapat memberi nilai pengajaran secara relijiusitas. “Buktinya, wuih, amazing sekali,” kata Amin.

Menurut Amin, genre puisi memberi gambaran tentang isi. Sebab dari tema (sense of poe) puisi yang ia tulis, katanya, menyampaikan fakta perkembangan COVID-19 di lapangan dengan keyakinan religius.

Menurut dia, idiom inilah yang menggugah nilai rasa (feel), garis nada (tone), dan sasaran isi (intention), sehingga puisi itu memberi nilai imajinasi yang kuat. “Makanya peserta baca puisi ini diikuti dari Sumatera hingga NTT,” katanya.

Baca Juga:  PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Menanggapi pergelaran lomba baca puisi secara webiner tersebut, seniman panggung dan penyair Bambang Oeban, mengatakan kegiatan yang sangat cerdas.

Sebab dalam kondisi paparan COVID-19 seperti sekarang, kegiatan lomba baca puisi itu sungguh luar biasa. “Apalagi diikuti 68 peserta dari seluruh Indonesia, patut diberi apresiasi tinggi,” ujar Bambang Oeban.

Sebab kandungan puisi memiliki nilai kata-kata pilihan (diksi). Sebab sesuai imajinasi, penyampaian puisi ditulis sesuai dengan sesuatu yang konkret (the concrete word).

“Maka itu ketiga puisi yang dilombakan memiliki kadar isi yang bagus dan sesuai konteks saat ini,” ujar Bambang Oeban. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA
Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro
PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN
Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !
BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !
Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !
KMP Gelar Literasi Sastra: Inklusi dan Pemerataan Edukasi
Harsinas Dekatkan Puisi ke Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:47 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:17 WIB

Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB