MEMBACA tiga puisi Amin Tras yang berjudul “Jangan Tantang Aku, Corona Allah, dan Sayangi Aku” sangat menyentuh pola pikir dan nilai keimanan seseorang.
Dari uraian kata yang sederhana, nilai isi ketiga puisi itu cenderung menggugah kadar pemikiran yang cerdas di dalam menghadapi paparan virus corona 2019 (COVID-19).
Seperti yang dikemukakan penyair Belanda Johann Ludwick Tiek, gugahan isinya mampu mempengaruhi tingkat tertinggi dari nilai pemikiran seseorang. “Inilah cara cerdas dari nilai isi yang disampaikan melalui lapian kalimat dalam puisi yang cerdas,” ujar Johann.
Menurut Amin Tras, sebelumnya ia hanya tergugah ketika dunia, termasuk Indonesia terpapar virus corona dari wilayah Wuhan, China. “Awalnya virus ini hanya memapar manusia, sama seperti virus fluenza. Namun dalam dua tahun terakhir, daya paparnya justru semakin gencar berbahaya,” ujar Amin Tras, Minggu (22/8/2021).
Karena itu dalam suasana pandemi COVID-19 dan tahun kemerdekaan Indonesia, kata Amin, ia mencoba menggelar lomba baca puisi secara webinar. ‘Awalnya saya enggak yakin ada yang mengikutinya. Ternyata dahsyat sekali. Ada sekitar 68 peserta. Wuih, saya tidak menyangka,” ujar Amin tertawa.
Sebagai penulis tiga puisi itu, katanya, awalnya dia tak yakin dapat memberi nilai pengajaran secara relijiusitas. “Buktinya, wuih, amazing sekali,” kata Amin.
Menurut Amin, genre puisi memberi gambaran tentang isi. Sebab dari tema (sense of poe) puisi yang ia tulis, katanya, menyampaikan fakta perkembangan COVID-19 di lapangan dengan keyakinan religius.
Menurut dia, idiom inilah yang menggugah nilai rasa (feel), garis nada (tone), dan sasaran isi (intention), sehingga puisi itu memberi nilai imajinasi yang kuat. “Makanya peserta baca puisi ini diikuti dari Sumatera hingga NTT,” katanya.
Menanggapi pergelaran lomba baca puisi secara webiner tersebut, seniman panggung dan penyair Bambang Oeban, mengatakan kegiatan yang sangat cerdas.
Sebab dalam kondisi paparan COVID-19 seperti sekarang, kegiatan lomba baca puisi itu sungguh luar biasa. “Apalagi diikuti 68 peserta dari seluruh Indonesia, patut diberi apresiasi tinggi,” ujar Bambang Oeban.
Sebab kandungan puisi memiliki nilai kata-kata pilihan (diksi). Sebab sesuai imajinasi, penyampaian puisi ditulis sesuai dengan sesuatu yang konkret (the concrete word).
“Maka itu ketiga puisi yang dilombakan memiliki kadar isi yang bagus dan sesuai konteks saat ini,” ujar Bambang Oeban. (*)
Laporan Anto Narasoma






![Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [DPW PKB Sumsel] memberangkatkan tiga perwakilan keluarga deklarator PKB Sumsel dan satu Dewan Pembina DPW Perempuan Bangsa Sumsel untuk menunaikan ibadah umrah, Rabu 1 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/Tiga-Keluarga-Deklarator-PKB-Sumsel-225x129.jpg)
![Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0028-225x129.jpg)
![Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0024-225x129.jpg)



![Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [DPW PKB Sumsel] memberangkatkan tiga perwakilan keluarga deklarator PKB Sumsel dan satu Dewan Pembina DPW Perempuan Bangsa Sumsel untuk menunaikan ibadah umrah, Rabu 1 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/Tiga-Keluarga-Deklarator-PKB-Sumsel-129x85.jpg)
![Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0028-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

