Seragam Sekolah Rp22 Miliar, Tarech: Pengawasan Harus Ketat

- Jurnalis

Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisdikbud Muara Enim, Irawan Supmidi SPd SMn MM

Kadisdikbud Muara Enim, Irawan Supmidi SPd SMn MM

PENYEDIAAN seragam batik bagi siswa di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama [SD-SMP] di Kabupaten Muara Enim, dianggarkan senilai Rp22miliar yang dialokasi dari APBD 2021.

WIDEAZONE.com, MUARA ENIM | Meski pencadangan dana untuk penyediaan seragam itu dinilai cukup besar, namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan [Kadisdikbud] Muara Enim, Irawan Supmidi SPd SMn MM memastikan bahwa tak akan ada penyelewengan dari anggaran tersebut.

“Kita pastikan tak akan terjadi penyimpangan anggaran untuk program itu,” ujar Irawan kepada media ini, Kamis [14/9/2021].

Menurut dia, pakaian seragam itu terdiri dari baju batik dan celana dril. Sedangkan kain batik yang dialokasi itu dibikin dari kain katun.

Baca Juga:  Pancasila di Persimpangan Jalan

“Jadi dengan anggaran itulah kita alokasikan untuk kenyamanan busana pelajar kita,” ujarnya.

Irawan mengatakan, penyediaan baju seragam itu wajib dilakukan dalam upaya pelelangan. Karena itu, katanya, jika tatanan administrasi anggaran itu sudah dinilai lengkap, maka program itu segera dilaksanakan lelang terbuka.

Bagi pemenang lelang, kata Irawan, mereka wajib melaksanakan pekerjaan tanpa ada unsur fasilitasi dari pihak mana pun. “Jadi saya pastikan, tak akan terjadi penyimpangan,” tegas Irawan.

Sementara, Kabid SMP Disdikbud Muara Enim dan juga sebagai PPK, Ramli menyebutkan bahwa pelelangan terkait penyediaan seragam dilaksanakan oleh unit layanan pengadaan [ULP]. Kami selaku pihak dinas sifatnya hanya menerima.

Baca Juga:  Warga hingga Wisatawan Antusias CFD, Jadi Agenda Mingguan

Berkaitan dengan jadwal pelaksanaan, ujar Ramli bila administrasi sudah lengkap maka harus segera dilaksanakan sesuai dengan kriteria dan mekanisme yang telah ditentukan, sebab dianggarkan untuk tahun 2021.

Di sisi lain, pengamat politik nasional, Dr Tarech Raayid, mengatakan dana penyediaan seragam sekolah itu nilainya sangat besar.

Karena itu, kata Tarech, pihak dinas harus mewaspadai adanya penyimpangan. “Meski pihak Disdikbud Muara Enim menjanjikan tak akan terjadi penyimpangan, namun pengawasannya harus dilakukan secara ketat,” kata Tarech.

Apalagi pada level pelelangan dan progres tanda tangan kontrak, bila saja terjadi ketimpangan. “Kita tidak curiga, tapi harus waspada,” tegasnya. (*)

Laporan Arif Rahman Hakim
Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan
Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎
Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
DPW PKB Sumsel Buka Suara Soal Tudingan Penipuan, Siap Lapor Balik Pelapor jika tak Terbukti ‎

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:15 WIB

Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Berita Terbaru