banner 2560x598

banner 2560x598

Seluruh Area Publik Dipasang ‘WiFi Gratis’

  • Bagikan
Walikota Palembang H Harnojoyo rapat bersama Gasnet di rumah dinasnya, Jumat [14/1/2022].
Walikota Palembang H Harnojoyo rapat bersama Gasnet di rumah dinasnya, Jumat [14/1/2022].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang bakal mewujudkan konsep smart city.

Konsep tersebut memberikan kemudahan akses warga kota Palembang dalam menikmati internetan secara gratis.

Direncanakan router WiFi gratis akan segera direalisasikan di setiap titik kota Palembang.

“Saat ini Pemkot Palembang tengah menjalin kerjasama dengan PT Telemedia Dinamika Sarana [Gasnet]. Tahap awal, ada tiga titik bisa menikmati WiFi gratis,” jelas Walikota Palembang H Harnojoyo dalam keterangan persnya usai rapat bersama Gasnet di rumah dinasnya, Jumat [14/1/2022].

Tiga titik area publik, ujar Harnojoyo, yang akan langsung terkoneksi dengan internet yaitu Kambang Iwak, Taman Simpang Polda, dan Monumen Perjuangan Rakyat [Monpera].

“Ya, kerjasama ini kita sambut dengan baik karena visinya membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan fasilitas internet dengan baik,” tuturnya.
 
Sementara, Direktur Utama PT Gasnet, Riki Nara mengatakan rencana ini bertujuan membangun sinergitas bersama Pemkot Palembang dalam upaya smart city.
 
“Untuk antisipasi agar tidak disalahgunakan seperti bermain games tentunya kita akan mengunci beberapa icon,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  Kominfo [Diskominfo] Edison menjelaskan, pihaknya tengah mengkonsep seluruh area publik yang ada di kota tertua di Indonesia ini akan mirip seperti di luar negeri yang mana seluruh tempat area publik langsung terkoneksi dengan internet.

“Memang tahap awal baru tiga area publik dulu, ke depan kita akan mengandeng seluruh provider dan pihak lain untuk berkerja sama dalam pemasangan WiFi ini untuk seluruh sudut kota,” ungkapnya.

Tentunya, sambung Edison, ada hal positif dan negatif dalam kemudahan mengakses dan berseluncur di dunia maya ini, diperlukan sekuriti dalam mengakses itu nantinya agar tidak disalahgunakan.

“Mengenai masalah penyalahgunaannya sendiri kita akan melakukan penguncian terhadap situs-situs yang kurang baik dan hal-hal yang kurang baik,” tutupnya. [why]

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *