Inovasi Tiada Henti!
WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Komitmen SD Negeri 123 Palembang terhadap pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar [KBM] inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman dalam meningkatkan kualitas edukasi bagi peserta didiknya.
Terbukti, sekolah tersebut sebelumnya pada tahun 2024 berhasil menempati Juara 2 dalam Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Kota Palembang.
Tak sampai di situ, prestasi ini menjadi tiitik tonggak lahirnya karya-karya pembelajaran berbasis teknologi digital yang lebih kreatif dan kontekstual.
Sebagai wujud nyata, SDN 123 Palembang meluncurkan tiga media pembelajaran digital, dirancang khusus bagi siswa kelas 2, di antaranya FATAL [Fabel Digital], BINEKA, dan E-Modul SibeLa. Masing-masing media menyasar aspek berbeda dalam dunia belajar anak usia sekolah dasar mulai dari penguatan karakter melalui cerita, penanaman nilai toleransi, hingga pemahaman konsep spasial dan pola dalam matematika.
Kepala SDN 123 Palembang, Rosma Fitriya SPd MPd mengatakan ketiga media tersebut lahir dari kolaborasi para guru yang berkomitmen untuk menjadikan proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Ketiganya telah diterapkan di kelas 2 dan mendapatkan respon positif dari siswa maupun orang tua.
“Kami tidak ingin anak-anak hanya belajar untuk mengejar nilai. Kami ingin mereka mencintai proses belajar itu sendiri, merasa dihargai, dan memiliki pengalaman yang menyenangkan dalam setiap tema yang dipelajari,” ungkapnya dalam keterangan pada Selasa 29 Juli 2025.
![Penerapan tiga pembelajaran digital interaktif bagi siswa kelas 2 SDN 123 Palembang. [Foto:AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2025/07/Penerapan-tiga-pembelajaran-digital-interaktif-di-.jpg)
Selanjutnya, BINEKA, ungkap Rosma, adalah Belajar Indahnya Keberagaman Agama Kita, menjawab kebutuhan akan pendidikan karakter yang kuat di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia.
Dengan pendekatan yang ramah anak, visual yang komunikatif, BINEKA memperkenalkan keberagaman agama yang ada di Indonesia kepada siswa kelas 2 dengan cara yang sederhana namun bermakna. Melalui video pendek, animasi, cerita reflektif, hingga kuis interaktif, siswa diajak memahami bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dihargai dan dijaga.
“Media ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi jembatan untuk menanamkan sikap empati dan toleransi sejak dini,” tutur Rosma.
Selain itu, Rosma menyebut E-Modul SibeLa [media ketiga], akronim dari posisi benda dan pola. Modul digital fokus pada pembelajaran matematika. Konsep posisi benda yang biasanya sulit dipahami siswa di usia dini, ditampilkan dalam bentuk visual yang konkret dan kontekstual. “Seperti melalui gambar yang menarik dan juga video pembelajaran,” urainya.
“Modul ini juga dilengkapi dengan aktivitas eksplorasi, tugas pengamatan, serta latihan interaktif yang memancing daya pikir kritis dan rasa ingin tahu siswa,” tukas dia. [Abror Vandozer]


![Kepala SDN 123 Palembang, Rosma Fitriya SPd MPd bersama para guru. [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2025/07/Kepala-SDN-123-Palembang-Rosma-Fitriya-SPd-MPd-800x563.jpg)
![Festival Perahu Bidar Tradisional [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260817-WA0010-225x129.jpg)




![Komandan Satgas [Dansatgas] TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0025-225x129.jpg)
![Festival Perahu Bidar Tradisional [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260817-WA0010-129x85.jpg)








![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)
