SDN 123 Palembang Luncurkan Tiga Pembelajaran Digital Interaktif “FATAL hingga E-Modul SibeLa”

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SDN 123 Palembang, Rosma Fitriya SPd MPd bersama para guru. [Foto: AbV-WI]

Kepala SDN 123 Palembang, Rosma Fitriya SPd MPd bersama para guru. [Foto: AbV-WI]

Inovasi Tiada Henti!

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Komitmen SD Negeri 123 Palembang terhadap pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar [KBM] inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman dalam meningkatkan kualitas edukasi bagi peserta didiknya.

Terbukti, sekolah tersebut sebelumnya pada tahun 2024 berhasil menempati Juara 2 dalam Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Kota Palembang.

Tak sampai di situ, prestasi ini menjadi tiitik tonggak lahirnya karya-karya pembelajaran berbasis teknologi digital yang lebih kreatif dan kontekstual.

Sebagai wujud nyata, SDN 123 Palembang meluncurkan tiga media pembelajaran digital, dirancang khusus bagi siswa kelas 2, di antaranya FATAL [Fabel Digital], BINEKA, dan E-Modul SibeLa. Masing-masing media menyasar aspek berbeda dalam dunia belajar anak usia sekolah dasar mulai dari penguatan karakter melalui cerita, penanaman nilai toleransi, hingga pemahaman konsep spasial dan pola dalam matematika.

Kepala SDN 123 Palembang, Rosma Fitriya SPd MPd mengatakan ketiga media tersebut lahir dari kolaborasi para guru yang berkomitmen untuk menjadikan proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Ketiganya telah diterapkan di kelas 2 dan mendapatkan respon positif dari siswa maupun orang tua.

Baca Juga:  "Enjoy" Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

“Kami tidak ingin anak-anak hanya belajar untuk mengejar nilai. Kami ingin mereka mencintai proses belajar itu sendiri, merasa dihargai, dan memiliki pengalaman yang menyenangkan dalam setiap tema yang dipelajari,” ungkapnya dalam keterangan pada Selasa 29 Juli 2025.

Penerapan tiga pembelajaran digital interaktif bagi siswa kelas 2 SDN 123 Palembang. [Foto:AbV-WI]
Penerapan tiga pembelajaran digital interaktif bagi siswa kelas 2 SDN 123 Palembang. [Foto:AbV-WI]
Rosma menjelaskan, pembelajaran FATAL atau Fabel Digital merupakan media berbasis Google site, menyajikan cerita fabel klasik maupun lokal dalam format digital yang menarik. “Anak didik diajak untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memahami nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan kerja sama. Dalam suasana belajar yang ringan dan menyenangkan, anak-anak dapat mengakses cerita dari perangkat apa pun, kapan pun, bahkan dari rumah bersama orang tua mereka,” ujarnya.

Selanjutnya, BINEKA, ungkap Rosma, adalah Belajar Indahnya Keberagaman Agama Kita, menjawab kebutuhan akan pendidikan karakter yang kuat di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia.

Baca Juga:  KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Dengan pendekatan yang ramah anak, visual yang komunikatif, BINEKA memperkenalkan keberagaman agama yang ada di Indonesia kepada siswa kelas 2 dengan cara yang sederhana namun bermakna. Melalui video pendek, animasi, cerita reflektif, hingga kuis interaktif, siswa diajak memahami bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dihargai dan dijaga.

“Media ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi jembatan untuk menanamkan sikap empati dan toleransi sejak dini,” tutur Rosma.

Selain itu, Rosma menyebut E-Modul SibeLa [media ketiga], akronim dari posisi benda dan pola. Modul digital fokus pada pembelajaran matematika. Konsep posisi benda yang biasanya sulit dipahami siswa di usia dini, ditampilkan dalam bentuk visual yang konkret dan kontekstual. “Seperti melalui gambar yang menarik dan juga video pembelajaran,” urainya.

“Modul ini juga dilengkapi dengan aktivitas eksplorasi, tugas pengamatan, serta latihan interaktif yang memancing daya pikir kritis dan rasa ingin tahu siswa,” tukas dia. [Abror Vandozer]

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Berita Terbaru