RSUD Kayuagung Launching Alat TCM

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2020 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) launching alat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk uji sampel Swab Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kamis 23/7/2020.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) launching alat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk uji sampel Swab Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kamis 23/7/2020.

WIDEAZONE.COM, KAYUAGUNG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) launching alat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk uji sampel Swab Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kamis 23/7/2020.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK 01.07/MENKES/169/2020 dan surat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan pada tanggal 17 Juli 2020, bahwa RSUD Kayuagung termasuk salah satu Rumah Sakit Laboratorium rujukan TCM Covid-19 serta telah diterimanya Cadrige XPERT Xpress SARS-CoV2 dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan.

Direktur RSUD Kayuagung, Dr T Mirda Zulaicha M Ked (Ped) SpA mengatakan, alat tersebut sebagai fasilitas pelayanan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat. Dengan keberadaan alat TCM ini, diharapkan dapat memberikan hasil uji Swab lebih cepat. Khususnya apabila ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, sehingga bisa diputuskan proses pemakamannya.

“Seperti beberapa bulan lalu awal virus Corona ada, saudara kita yang meninggal dimakamkan dengan protokol Covid-19. Dengan adanya peralatan ini bisa memberikan kepastian, apakah dia positif atau negatif lebih cepat, tanpa harus kita mengirim pemeriksaan tersebut ke BBLK Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Mirda menjelaskan, untuk proses pengambilan Swab ini bisa memakan waktu sampai tiga jam, dari mulai persiapan sampai hasilnya keluar.

“Sebenarnya lama dipersiapan, karena yang menggunakan alat tersebut wajid pakai APD lengkap level tiga, atau level yang paling tinggi. Mengingat bahan yang diambil ini bahan yang infeksius (bahan sangat infeksi) berefek langsung kepada petugas,” jelasnya.

Menurutnya, alat TCM ini dikhususkan untuk pasien-pasien PDP (Pasien dalam pengawasan), mulai dari PDP berat yang dirawat atau ada beberapa kriteria dari PDP yang lain.

Lanjutnya, istilah PDP ini dalam terminologi COVID mengikuti pedoman penanganan COVID-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan edisi lima, tidak lagi menggunakan definisi operasional yang ada di revisi 4 dengan istilah ODP, PDP, OTG, kasus konfirmasi, sekarang diubah menjadi kasus suspect. Jika hasil rontgen mengarah ke gejala COVID-19, itu namanya Probable.

“Nah, untuk kasus Suspect dan Probable inilah yang kita khususkan. Juga bagi kita dan petugas kesehatan yang tidak ada gejala, tapi memang kontak langsung terhadap kasus positif terkonfirmasi, itu juga kita prioritaskan. Kalau untuk masyarakat umum yang belum ada gejala dan tidak ada resiko, pengambilan tes tidak diprioritaskan,” ujarnya.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Lebih lanjut dikatannya, karena alat TCM ini merupakan bantuan langsung dari Pusat, dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi, baru ke Kabupaten OKI. Jadi untuk kasus Suspect, Probable dan kontak langsung dengan pasien positif, tidak ada biaya.

Tambahnya, alat TCM itu terdiri dari 4 modul pemeriksaan, namun kondisinya 2 dalam keadaan bagus dan 2 dalam perbaikan. Setiap 1 modul dapat dilakukan pemeriksaan maximal 8 (delapan) sampel, kemudian pemeriksaan COVID-19 di RSUD Kayuagung dapat dilakukan setiap hari pada jam kerja.

“Sehubungan pandemi COVID-19 ini memang belum berakhir, maka kami himbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten OKI patuhi protokol kesehatan, yaitu dengan cara selalu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan air mengalir,” tandasnya.

Laporan Marzuki

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
Ketua DPRD dan Wali Kota Prabumulih Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan dan Aksi Donor Darah
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA
Lidyawati Cik Ujang Ajak Pelajar Sumsel Jaga Kesehatan Jantung Sejak Dini

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:55 WIB

PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ketua DPRD dan Wali Kota Prabumulih Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan dan Aksi Donor Darah

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB