PT Bukit Asam Peroleh Setifikat Warisan Budaya untuk Sawahlunto

- Jurnalis

Sabtu, 2 November 2019 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Bukit Asam akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemkot Sawahlunto untuk memajukan dan menjaga Ombilim Coal Mining Hertige of Sawahlunto," ujar Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Suherman, Sabtu (2/11/2019)

WIDEAZONE.COM, PADANG — Sertifikat pengakuan Warisan Budaya Dunia Ombilin Coal Mining Hertige of Sawahlunto dari Unesco, membangkitkan PT Bukit Asam untuk mengembangkan potensi Sawahlunto di sektor periwisata.

“Bukit Asam akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemkot Sawahlunto untuk memajukan dan menjaga Ombilim Coal Mining Hertige of Sawahlunto,” ujar Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Suherman, Sabtu (2/11/2019).

Sertifikat itu, kata Suherman, telah diserahkan Arief Rachman selaku Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO ke pada Direktur Utama PT Bukit Asam TBk, Arviyan Arifin di Padang, Selasa lalu (29/10/2019).

Penyerahan sertifikat itu disaksikan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly dan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Menurut Suherman, dengan sertifikat itu, berarti UNESCO telah mengakui Sawahlunto dan seluruh alur kegiatan proses pengelolaan batu bara, mulai dari pertambangan di Sawahlunto hingga coal handing di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, sebagai warisan budaya dunia.

Penetapan Budaya Dunia Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto dari UNESCO, kata Suherman, mencakup tiga area, yakni area A untuk situs pertambangan batu bara di Sawahlunto, area B untuk jalur kereta api antara Sawahlunto-Padang, dan area C untuk tempat penyimpanan batu bara di Emmahaven, Pelabuhan Teluk Bayur.

Baca Juga:  Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

“Sedangkan area kereta api yang masuk ke area B, merupakan jalur angkutan kereta api yang kita gunakan untuk mengangkut batu bara dari lokasi tambang Sawahlunto ke Pelabuhan Teluk Bayur,” jelas Suherman.

Ketiga area merupakan satu-kesatuan dari peoses penambangan batu bara di Sawahlunto. Hasil proses penambangan itu dikirim ke berbagai lokasi melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Sebagai perusahaan batu bara, katanya, PT Bukit Asam Tbk melakukan kegiatan penambangan di Sawahlunto, turut berpartisipasi untuk periwisata di Sawahlunto.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

“Kami bangga menjadi bagian dari Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto tersebut,” ujar,Suherman, tersenyum.

Usai penambangan batu bara yang terhenti tahun 2001 lalu, PT Bukit Asam mengubah lahan pascatambang menjadi taman satwa dan membuat danau buatan untuk lokasi wisata.

Tak hanya itu, kata Suherman, Bukit Asam telah membangum Museum Tambang Batu Bara Ombilim di Sawahlunto.

“Museum ini akan menceritakan sejarah tentang pertambangan batu bara di Ombilin. Selain itu kita pun dapat memamerkan peralatan yang digunakan saat melakukan proses penambangan,” katanya.

Untuk mendukung pariwisata dan edukasi terkait batu bara, terutama tambang dalam, PT Bukit Asam membuka lubang pendidikan di lubang bekas tambang.

“Mahasiswa pertambangan dapat belajar dan melihat langsung bentuk penambangan di lokasi tambang dalam,” ujar Suherman menutup perbincangan. (abror vandozer/ anto narasoma)

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Berita Terbaru