WIDEAZONE.COM, PALI– Sejumlah wali murid SD Negeri 11 Penukal Utara, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan resah mengeluhkan atas dugaan ijazah kelulusan anak mereka tak kunjung di keluarkan pihak sekolah.
Hal tersebut dikeluhkan salah seorang wali murid warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang identitasnya minta dirahasiakan, pada Kamis (28/3/2019) lalu.
Menurut orang tua/wali murid yang ijazah anaknya lulus SD Negeri 11 Penukal Utara tahun ajaran 2016/2017. Sekarang anaknya sudah melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Penukal Utara duduk di kelas 9. ” Sampai saat ini ijazah anak saya belum dikeluarkan oleh pihak sekolah,” paparnya.
Karena belum adanya kejelasan, wali murid mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak sekolah yakni kepada kepala sekolah langsung, Sumatri, S.Pd untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya.
Menurut wali murid, Sumatri, S.Pd selaku kepala sekolah mengatakan bahwa ijazah tersebut belum selesai nilainya.
“ Ijazah tersebut belum selesai di isi nilainya, “ ujar wali murid menirukan ucapan kepala sekolah.
Ditempat terpisah salah seorang orang tua/wali murid berisial JK yang anaknya lulus tahun 2016/2017 sampai saat ini ijazah anaknya belum juga dikeluarkan pihak sekolah dengan alasan yang sama, “ pihak sekolah masih belum selesai pengisian nilainya,” ujar JK.
Menurut JK Ijazah siswa yang belum dikeluarkan pihak sekolah ini menuai berbagai versi dan tanda tanya, ” Ada apa dan bagaimana demikian aturan semestinya? Kami masyarakat awam tidak ngerti apa-apa, emangnya prosedur keluarnya ijazah memakan waktu 2 sampai 3 tahun selesai dan siswa baru dapat menerimanya,” keluhnya.
Ditambahkan JK, beberapa wali murid mendesak pihak dinas pendidikan kabupaten PALI untuk menyelusuri persoalan ini, biar di masyarakat tidak berasumsi negatif. Dan timbul kecurigaan dan dugaan disengaja di tahan pihak sekolah, “ tutupnya.
Kepala SD Negeri 11 Penukal Utara, Sumantri, SPd saat dikonfirmasi via telepon selular (HP) melalui SMS terkait dugaan keluhan wali siswa ijazah anak mereka di tahan pihak sekolah, Sumantri belum memberikan jawaban terkait persoalan tersebut.( junai/.saf)



















