Membludak, Peserta Pelatihan Aksara Ulu di Bukit Siguntang

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2020 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutur aksara Ulu, Achmad Rapanie Igama menyatakan kegembiraannya. Sebab masyarakat dunia pendidikan begitu antusias untuk belajar memahami aksara ulu atau dikenal huruf Ka Ga Nga.

Penutur aksara Ulu, Achmad Rapanie Igama menyatakan kegembiraannya. Sebab masyarakat dunia pendidikan begitu antusias untuk belajar memahami aksara ulu atau dikenal huruf Ka Ga Nga.

MISTERI aksara ulu atau huruf Ka Ga Nga, ternyata memancing banyak peminat untuk mempelajari dan memahaminya.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Penutur aksara Ulu, Achmad Rapanie Igama menyatakan kegembiraannya. Sebab masyarakat dunia pendidikan begitu antusias untuk belajar memahami aksara ulu atau dikenal huruf Ka Ga Nga.

“Antusiasme dunia pendidikan benar-benar mengejutkan. Sebab selama mengikuti pelatihan huruf Ka Ga Nga, minat peserta begitu mengagumkan saya,” ujar pakar huruf ulu, Achmad Rapanie Igama, seusai memberi materi pelatihan huruf Ka Ga Nga Sumatera Selatan pada Festival Siguntang 2020, di kawasan Bukit Siguntang Palembang, selama dua hari, 28-29 Februari 2020.

Membludak, Peserta Pelatihan Huruf Aksara Ulu di Bukit Siguntang
Membludak, Peserta Pelatihan Huruf Aksara Ulu di Bukit Siguntang

Festival Siguntang 2020 itu digelar Forum Pariwisata dan Kebudayaan (FORWIDA) Sumsel. Kegiatan itu didukung Perkumpulan Pencinta Aksara Ulu Sumatera Selatam dan Pencinta Sejarah (PESE) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Menurut Rapanie, bagi generasi milenal, aksara ulu atau surat ulu terdengar asing. Namun generasi mendatang bertugas untuk melestarikan aksara tersebut agar tidak punah begitu saja.

Baca Juga:  Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

“Karena itu perlu ada upaya pelestarian terhadap warisan budaya leluhur tersebut. Yah, selain dilakukan pelatihan seperti sekarang, harapan saya agar huruf Ka Ga Nga ini dapat dijadikan muatan lokal dalam mata pelajaran sekolah di Sumatera Selatan,” kata Rapanie.

Menurut Rapanie, keinginan itu dapat terwujud apabila semua pihak, antara lain, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, akademi dan masyarakat umum ikut berpartisipasi untuk mengenalkan aksara ulu ke pada masyarakat dunia.

Peserta Pelatihan huruf aksara ulu dan Ka Ga Nga
Peserta Pelatihan huruf aksara ulu dan Ka Ga Nga

“Dengan aksara ini menunjukkan bahwa Sumsel memiliki budaya tulis berciri khas daetahnya sendiri,” kata Rapanie.

Peserta pelatihan itu diikuti guru SD, guru SMP, guru SMA, Asosiasi Sejarah Indonesia (AGSI) Sumsel, pegawai Disdik Sumsel, mahasiswa, masyarakat umum, Ikatan Duta Sekolah Sumsel serta siswa SMA.

Baca Juga:  Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Menurut Rapanie, banyak yang ingin tahu tentang misteri aksara ulu. Ini pertanda bahwa tak sedikit kalangan muda berusaha keras untuk memahami warisan budaya milik sendiri.

Kegiatan itu, katanya, dibagi menjadi empat sesi pelatihan. Dalam sehari terdapat dua sesi pelatihan, yakni, pelatihan pagi dan siang hari. Peserta pelatihan ini diikuti 184 peserta. Sedangkan pelatih yang tampil dalam kegiatan, pakar Rapanie Igama, Wahyu Rizky Andhifani dan Nuzulur Ramadhona.

Pencinta Aksara Ulu Sumsel mengadakan petisi “Mendukung Aksara Ulu” menjadi pelajaran muatan lokal Sumatera Selatan.

Tujuannya agar aksara ulu tetap dikenal dan dilestarikan generasi penerus. Petisi itu ditandatangani 224 tanda tangan, di antaranya tanda tangan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Aufa Syahriza Sarkoni. (*)

Laporan Abror Vandozer dan Miska Rini
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Berita Terbaru