
Festival Siguntang 2020 itu digelar Forum Pariwisata dan Kebudayaan (FORWIDA) Sumsel. Kegiatan itu didukung Perkumpulan Pencinta Aksara Ulu Sumatera Selatam dan Pencinta Sejarah (PESE) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Menurut Rapanie, bagi generasi milenal, aksara ulu atau surat ulu terdengar asing. Namun generasi mendatang bertugas untuk melestarikan aksara tersebut agar tidak punah begitu saja.
Menurut Rapanie, keinginan itu dapat terwujud apabila semua pihak, antara lain, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, akademi dan masyarakat umum ikut berpartisipasi untuk mengenalkan aksara ulu ke pada masyarakat dunia.

“Dengan aksara ini menunjukkan bahwa Sumsel memiliki budaya tulis berciri khas daetahnya sendiri,” kata Rapanie.
Peserta pelatihan itu diikuti guru SD, guru SMP, guru SMA, Asosiasi Sejarah Indonesia (AGSI) Sumsel, pegawai Disdik Sumsel, mahasiswa, masyarakat umum, Ikatan Duta Sekolah Sumsel serta siswa SMA.
Menurut Rapanie, banyak yang ingin tahu tentang misteri aksara ulu. Ini pertanda bahwa tak sedikit kalangan muda berusaha keras untuk memahami warisan budaya milik sendiri.
Kegiatan itu, katanya, dibagi menjadi empat sesi pelatihan. Dalam sehari terdapat dua sesi pelatihan, yakni, pelatihan pagi dan siang hari. Peserta pelatihan ini diikuti 184 peserta. Sedangkan pelatih yang tampil dalam kegiatan, pakar Rapanie Igama, Wahyu Rizky Andhifani dan Nuzulur Ramadhona.
Tujuannya agar aksara ulu tetap dikenal dan dilestarikan generasi penerus. Petisi itu ditandatangani 224 tanda tangan, di antaranya tanda tangan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Aufa Syahriza Sarkoni. (*)
Laporan Abror Vandozer dan Miska Rini
Editor Anto Narasoma



![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)



![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

