WIDEAZONE.COM, BANDING AGUNG — Setelah Danau Toba, Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Pulau Sumatera. Luasnya mencapai 125,9 kilometer persegi dengan kedalaman mencapai 174 meter. Danau Ranau konon terbentuk karena terjadinya sebuah gempa dahsyat dan letusan vulkanik di masa lampau. Teori tersebut berkaitan dengan keberadaan Gunung Seminung, gunung berapi tidak aktif yang kini berada di tepian Danau Ranau.
Secara geografis topografi danau Ranau adalah perbukitan yang berlembah hal ini praktis menjadikan danau Ranau memiliki cuaca yang sejuk. Danau terkenal sering para nelayan untuk mencari ikan seperti mujair, kepor, kepiat, dan harongan. Tepat di tengah danau terdapat pulau yang bernama Pulau Marisa. Di sana terdapat sumber air panas yang sering digunakan para penduduk setempat ataupun para wisatawan yang datang ke pulau tersebut, terdapat air terjun, dan penginapan. Danau ini juga menjadi objek wisata andalan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Ada tiga tempat tujuan utama bagi para pengunjung Danau Ranau.
Sumsel juga punya wisata air yang tidak kalah menarik di wilayah OKU Selatan, tepatnya di Kecamatan Banding Agung. Di perbatasan antara Sumsel dan Lampung inilah terdapat danau terbesar kedua di Sumatera, yaitu Danau Ranau. Wisata air Danau Ranau selalu sukses mendatangkan ribuan turis setiap tahunnya, baik turis lokal maupun nasional.
Selain dikelilingi perbukitan dan gunung, panorama alam Danau Ranau juga dipercantik dengan keberadaan sebuah pulau di tengah Danau Ranau yang bernama Pulau Marisa. Dengan membayar uang sebesar 100.000 hingga 150.000 per orang, Anda sudah bisa menumpangi perahu untuk menyambangi Pulau Marisa tersebut. Di Pulau Marisa, terdapat pusat pemandian air panas sulfur, cocok bagi pengunjung yang ingin memanjakan tubuh setelah penat berkendara menuju Danau Ranau.
Selain mendapatkan pemandangan indah dari atas Gunung Seminung, mandi air panas di Pulau Marisa dan bermain air di tepian Danau Ranau, Anda juga dapat merasakan sensasi mandi di air terjun Subik Tuha. Letaknya yang berada di sebelah Timur Danau Ranau tidak terlalu jauh sehingga relatif mudah dijangkau oleh pengunjung Danau Ranau.
Pemerintah Sumsel telah banyak mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata Danau Ranau, agar Danau Ranau dapat menjadi destinasi wisata favorit di Sumsel. Meski demikian, dukungan tersebut memerlukan bantuan dari banyak pihak, termasuk turis dan masyarakat sekitar Danau Ranau. Hal tersebut mengingat masih rendahnya kesadaran banyak orang untuk menjaga kebersihan dan keasrian tempat wisata yang ada di Sumsel, termasuk Danau Ranau. Hanya jika semua orang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian tempat wisata bersama-sama, barulah manfaat nyata dari keberadaan sebuah destinasi wisata dapat dirasakan oleh semua orang. (anto narasoma)




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)




![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


