banner 2560x598

banner 2560x598

Kasus TBC Posisi Ketiga, Kemenkes Terapkan Tiga Strategi

  • Bagikan
Ilustrasi TBC
Ilustrasi TBC
banner 468x60

Indonesia berada di posisi ketiga kasus Tuberculosis [TBC] terbanyak di tingkat global dengan 301 kasus per 100 ribu penduduk.

Berkaitan dengan persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan [Kemenkes] menargetkan penurunan angka kasus baru TBC hingga 65 kasus per 100 ribu penduduk.

Sejumlah strategi akan dilakukan Kemenkes dengan dibantu kementerian dan lembaga terkait.

“Target 65 kasus per 100 ribu penduduk tersebut harus dicapai hingga tahun 2030. Mudah mudahan langkah konkret bisa dihasilkan pada pertemuan TB Summit ini dan memberikan kontribusi kepada seluruh stake holder terkait untuk menemukan kasus aktif dan pengobatan yang lebih baik kepada pasien pasien TBC,” kata Wakil Menteri Kesehatan [Wamenkes] dr Dante Saksono Harbuwono dalam diskusi TB Summit di Bali, Kamis [21/10].

Kemenkes juga paparkan sejumlah target penurunan angka kematian hingga enam per 100 ribu penduduk dan menerapkan tiga strategi meliputi preventif, deteksi, dan terapi.

Untuk Preventif, dilakukan dengan imunisasi BCG pada anak-anak yang sudah berlangsung puluhan tahun. Cakupan BCG 3 tahun terakhir angkanya semakin menurun, tahun 2018 sebanyak 37%, 2019 sebanyak 50%, dan tahun 2020 sebanyak 32%. Hal tersebut dikarenakan adanya pandemi COVID-19.

Kemudian pemberian terapi pencegahan TBC pada kontak erat.

”Jadi mereka yang sudah terkontak dengan pasien TBC di rumahnya bisa diberikan obat TBC sebagai preventif untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut,” ucap Wamenkes Dante, dikutip Wideazone.com dari laman Kemenkes pada Senin [25/10].

Strategi selanjutnya adalah Deteksi, mulai dari fasilitas kesehatan, tracing target per desa, kecamatan hingga provinsi dan utilisasi mesin tes cepat molekuler [TCM]. Utilisasi mesin TCM yang tersedia di Puskesmas mengalami menurun akibat pandemi COVID-19.

Saat ini ada 1168 alat TCM yang tersebar di 34 provinsi dan 496 kabupaten/kota. Wamenkes Dante mengatakan akan menambah jumlah mesin tersebut.

Strategi terakhir adalah Terapi, baik terapi sensitif TBC maupun TBC yang sudah resisten yang sulit diobati.

”Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus berperan serta dalam kegiatan ini. Maka penemuan kasus di luar fasilitas kesehatan menjadi sangat penting dan menjadi ujung tombak dari skrining dan penemuan kasus TBC di masa yang akan datang,” tutur Dante. [Abr]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *