WIDEAZONE.com, OKUT | Jalan penghubung dua kabupaten OKU Timur dengan OKI atau Jalur Komering mengalami kerusakan parah!
Jalur ini sangat diminati warga dalam perjalanan menuju Kota Palembang, sehingga kerusakan yang terjadi tentunya menghambat mereka melintas dengan kondisi banyaknya lubang, bahkan di saat hujan tertutupi genangan air dan kemarau bersimbah debu.
Hal tersebut memprihatinkan bagi keselamatan pengendara, hingga kini belum menjadi atensi Pemerintah Provinsi Suamtera Selatan [Pemprov Sumsel] dan dinas terkait Kabupaten OKU Timur, bahkan akses jalan banyak aspal yang terkelupas, bergelombang dan tambal sulam.
Kritik pun dilontarkan anggota DPRD Kabupaten OKU Timur, Komisi II, Muhammad Irfanjid, lambannya respon pemerintah menunjukkan ada yang salah dalam mekanisme perbaikan jalan Komering.
“Jalan itu bukan sekadar aspal dan beton, tapi nyawa bagi mobilitas warga. Kalau perbaikan jalan tambal sulam yang baru dilakukan sudah rusak ! Di mana peran pemerintah melakukan pengawasan terhadap kinerja pihak ketiga selaku pelaksana?” cetus irfan.
Tentu, luapan ini muncul bukan tanpa alasan, kerusakan jalan di jalur Komering yang menghubungkan ke kabupaten tetangga bukan fenomena baru. Namun, pola penyelesaiannya seakan berulang, tambal sulam yang tak bertahan lama. Irfan menyoroti minimnya peran pemerintah dan dinas terkait dalam mengawasi kondisi jalan di wilayah mereka.
“Kalau pemerintah dan dinas terkait aktif memantau, jalan rusak seperti ini tak perlu dikeluhkan sampai ke Legislatif. Mereka harusnya turun ke lapangan, bukan hanya menunggu laporan,” sindirnya.
Politisi PAN itu juga mengingatkan janji kampanye Bupati OKU Timur, Lanosin, yang sebelumnya menegaskan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama. Namun, di lapangan, fakta berbicara lain.
“Perbaikan jalan harusnya bukan sekadar menambal lubang, tapi membuatnya rata dan tahan lama,” ujarnya.
“Lihat saja Jalan jalur Komering, apakah masih layak hanya ditambal? Seharusnya diaspal ulang dengan kualitas aspal terbaik,” timpal Irfan.
Lebih jauh, ia menyinggung dampak lain dari infrastruktur jalan yang buruk. Jika jalan rusak dibiarkan, bukan hanya keselamatan pengguna jalan yang terancam, tetapi juga ketertiban lingkungan.
“Saat jalan rusak dan tak terurus, pada saat musim panen padi sangatlah terhambat dan jalur Komering ini termasuk jalur utama untuk penyaluran pemasaran beras dan sembako lainnya,” sebutnya.
Kalau infrastruktur diperbaiki dengan baik, kata dia, maka para petani dan pemasok sembako dapat melintas dengan nyaman, pembangunan jalan insfratruktur jalur komring terkesan di anak tiri kan dari segi kwalitas dibanding dengan daerah lain.
Laporan Rizal Arisandi


![Anggota DPRD Kabupaten OKU Timur, Komisi II, Muhammad Irfanji saat meninjau kondisi jalan Komering. [Foto: RA-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250805-WA0009-800x947.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)




![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


