Selain faktor kurangnya jam terbang internasional, lanjut Irwan, kendala juga ada pada peralatan kursi roda dimana mayoritas yang digunakan pemain wheelchiar tennis Indonesia sangat tertinggal dibanding yang digunakan atlet Thailand dan Singapura. “Kursi roda atlet kita mayoritas menggunakan yang nilainya tidak lebih dari Rp20 juta,” tutur Irwan. “Sangat tertinggal dengan apa yang digunakan atlet Thailand atau Malaysia yang menggunakan kursi roda seharga di atas Rp100 juta. Kursi roda ini sangat berpengaruh dengan kecepatan dan kelincahan untuk bermanuver di lapangan,” jelasnya.
Namun, sambung Irwan, meski dengan keterbatasan yang ada pemain wheelchair tennis Indonesia berjuang untuk meraih hasil terbaik di APG 2022. Semoga kepingan medali akan berhasil diraih tim wheelchair tennis Indonesia pada APG 2022. (JFA)





![Video anggota DPRD Banyuasin berinisial SY dari Fraksi Gerindra yang terlihat merokok saat Rapat Dengar Pendapat [RDP] berlangsung viral di media sosial.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260826-WA0021-225x129.jpg)

![Kantor Pusat Perumda Tirta Musi Palembang. [Gambar: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0009-225x129.jpg)



![Video anggota DPRD Banyuasin berinisial SY dari Fraksi Gerindra yang terlihat merokok saat Rapat Dengar Pendapat [RDP] berlangsung viral di media sosial.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260826-WA0021-129x85.jpg)

![Kantor Pusat Perumda Tirta Musi Palembang. [Gambar: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0009-129x85.jpg)


![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)


