Hasil Uji Konfirmasi Spesimen COVID-19, ini Kata Kapolda Sumsel

- Jurnalis

Senin, 18 Januari 2021 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM menyampaikan laporan hasil uji konfirmasi laboratorium pada pemeriksaan spesimen COVID-19 dengan Biorad CFX96 Real-Time System, Senin (18/01).

“Menindaklanjuti surat dari RS Bhayangkara Palembang perihal uji konfirmasi laboratorium pemeriksaan spesimen COVID-19 berdasarkan hasil uji konfirmasi Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan maka didapatkan hasil uji konfirmasi spesimen positif 100% (20/20) dan spesimen negatif 100% (10/10),” ungkapnya.

Baca Juga:  Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Hasil ini didapat langsung dari Manajer Teknis Laboratorium Virologi, Bapak Subangkit M Biomed yang dipertegas oleh keterangan dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Dr dr Vivi Setiawaty M Biomed.

“Istilah baru pemeriksaan spesimen ini, baru beberapa waktu belakangan muncul untuk memastikan diagnosis Corona (COVID-19) yang sebelumnya ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu tes cepat (rapid test) dan tes usap atau metode reaksi rantai polimerase (PCR),” imbuhnya.

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Kapolda menginformasikan bahwa pemeriksaan spesimen ini adalah pemeriksaan yang dilakukan pada suatu bagian dari keseluruhan (sampel), yang diambil dengan metode tertentu.

“Jika dikerucutkan pada prosedur diagnosis corona saat ini, pemeriksaan spesimen mengacu pada tes usap atau PCR dalam pengambilan sampel atau spesimennya dikarenakan PCR adalah satu-satunya metode efektif untuk mendiagnosis COVID-19 yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini,” tandasnya. (rel/Abror Vandozer) 

Berita Terkait

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Senin, 7 September 2026 - 15:55 WIB

PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB