Eks Spionase Rusia Sebut Mustahil ‘PUTIN’ Mundur Perang

- Jurnalis

Kamis, 10 Maret 2022 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliia Roza, mantan mata-mata cantik Rusia yang melarikan diri ke AS bicara tentang bahayanya Presiden Vladimir Putin dalam perangnya di Ukraina. Foto/Jam Press/@aliiaroza

Aliia Roza, mantan mata-mata cantik Rusia yang melarikan diri ke AS bicara tentang bahayanya Presiden Vladimir Putin dalam perangnya di Ukraina. Foto/Jam Press/@aliiaroza

Dikutip dari Sindonews, Kamis [10/3/2022], Roza berkata Putin selalu menang, dia tidak bisa kalah perang ini dan mundur, karena itu akan merusak reputasinya. 

“Dia akan melangkah sampai akhir.” Lahir di Uni Soviet—sekarang bernama Rusia—dari ayah yang merupakan jenderal militer berpangkat tinggi, Roza diharapkan mengikuti jejaknya dan bergabung dengan militer Rusia.

Setelah jatuh cinta pada pria yang seharusnya jadi target untuk pengumpulan intelijen, mata-mata itu harus meninggalkan Moskow karena mengkhawatirkan nyawanya.

Dia belum kembali ke negaranya lebih dari satu dekade. Roza tahu secara langsung betapa bahayanya Putin, karena diduga dilatih oleh orang yang sama, dan memiliki kerabat yang tinggal di Ukraina dan Rusia. “Kadang-kadang ketika saya menonton film-film seperti Red Sparrow, saya seperti ‘ya Tuhan, bagaimana mereka tahu semua hal ini?’,” paparnya

Baca Juga:  Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM

Di pusat pendidikan saya, ujar Roza, mereka mengajari kami cara merayu pria, cara memanipulasi mereka [target] secara psikologis, cara membuat mereka berbicara sehingga kami dapat menyerahkan informasi kepada polisi.
Roza percaya strategi presiden Rusia adalah untuk memiliki kendali penuh atas Ukraina dan menempatkan pemimpin baru untuk menggantikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. 

Baca Juga:  Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Mantan mata-mata itu memiliki teman di Ukraina dan Rusia, yang mengatakan kepadanya bahwa mereka “takut” terhadap rezim presiden Rusia. “Strategi Putin jelas—jangan biarkan NATO menempatkan roket atau senjata di Ukraina dan dia akan melakukan segalanya untuk mencapai tujuannya,” katanya. 

“Tapi dia percaya itu akan mudah, seperti ketika dia mengirim tentara Rusia ke Kazakhstan karena revolusi pada Januari 2021,” tambahnya. 

Berita Terkait

Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026
Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:04 WIB

Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:18 WIB

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:26 WIB

Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terbaru

Akademisi Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang, Dr Dadang Apriyanto SH MH

Headlines

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:18 WIB