Dikutip dari Sindonews, Kamis [10/3/2022], Roza berkata Putin selalu menang, dia tidak bisa kalah perang ini dan mundur, karena itu akan merusak reputasinya.
“Dia akan melangkah sampai akhir.” Lahir di Uni Soviet—sekarang bernama Rusia—dari ayah yang merupakan jenderal militer berpangkat tinggi, Roza diharapkan mengikuti jejaknya dan bergabung dengan militer Rusia.
Setelah jatuh cinta pada pria yang seharusnya jadi target untuk pengumpulan intelijen, mata-mata itu harus meninggalkan Moskow karena mengkhawatirkan nyawanya.
Dia belum kembali ke negaranya lebih dari satu dekade. Roza tahu secara langsung betapa bahayanya Putin, karena diduga dilatih oleh orang yang sama, dan memiliki kerabat yang tinggal di Ukraina dan Rusia. “Kadang-kadang ketika saya menonton film-film seperti Red Sparrow, saya seperti ‘ya Tuhan, bagaimana mereka tahu semua hal ini?’,” paparnya
Di pusat pendidikan saya, ujar Roza, mereka mengajari kami cara merayu pria, cara memanipulasi mereka [target] secara psikologis, cara membuat mereka berbicara sehingga kami dapat menyerahkan informasi kepada polisi.
Roza percaya strategi presiden Rusia adalah untuk memiliki kendali penuh atas Ukraina dan menempatkan pemimpin baru untuk menggantikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Mantan mata-mata itu memiliki teman di Ukraina dan Rusia, yang mengatakan kepadanya bahwa mereka “takut” terhadap rezim presiden Rusia. “Strategi Putin jelas—jangan biarkan NATO menempatkan roket atau senjata di Ukraina dan dia akan melakukan segalanya untuk mencapai tujuannya,” katanya.
“Tapi dia percaya itu akan mudah, seperti ketika dia mengirim tentara Rusia ke Kazakhstan karena revolusi pada Januari 2021,” tambahnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















