Dr Enny Agustina SE SH MHum MKes CPL : Kartini Masa Kini Tak Lupakan Kodratnya Sebagai Wanita

- Jurnalis

Senin, 22 April 2019 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Memaknai hari Kartini dijaman sekarang, tentu sangat dipengaruhi budaya. Budaya tempo dulu yang sarat penindasan, dipengaruhi iklim kolonialisme dan penjajahan secara militerisme, disatu sisi dan terlarangnya dunia publik bagi perempuan. Namun saat ini budaya kolonialisme berubah tidak lagi merupakan simbol penjajahan dan invasi, melainkan serangkaian nilai dan pemikiran yang menjajah jati diri perempuan hingga bangsanya sendiri. Demikian yang diungkapkan Dr Enny Agustina SE SH MHum MKes, CPL‎ saat ditemui di kantornya, Minggu (21/4).

Berkaca dari Raden Ajeng Kartini, adalah simbol perjuangan Wanita Indonesia, lanjutnya. Beliau juga merupakan pelopor dari gerakan emansipasi Wanita. Dengan gigih membela dan memperjuangkan hak-hak kaum Wanita. Serta, beliau rela berdiri dipaling depan demi menyuarakan bahwa wanita berhak bebas dan terlepas dari belenggu kaum penjajah, serta wanita tak semestinya dijajah oleh kaum pria.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Resmikan RS AR Bunda Assalam, Tegaskan Pasien BPJS dan Non-BPJS Harus Dilayani Setara

“Kebebasan wanita pada saat itu sangat dibatasi. Budaya patriarki sangat didewakan pada masa itu. Kedudukan dan derajat Wanita dianggap lebih rendah daripada Pria. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki kebebasan sebagaimana yang dimiliki oleh kaum pria. Baik itu kebebasan mengeyam pendidikan, kebebasan bekerja, kebebasan memiliki jabatan bahkan kebebasan atas pendapat. Semua hal tersebut tidak dimilik oleh kaum Wanita,” papar Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Kader Bangsa sekaligus Dosen Universitas Sjakyakirti ini.

Dikatakan Ibu satu anak ini yang juga merupakan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Amanda ini menjabarkan, perjuangan RA Kartini bertujuan agar Wanita lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya. Bukan untuk membuat bahwa kaum Wanita merupakan saingan dari kaum Pria. Kartini tidak pernah mendorong kaum Wanita dalam meraih kebebasan dengan meninggalkan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Wanita. Sosok Kartini merupakan gambaran Wanita yang “haus” akan keseimbangan peran sosial- budaya dan agama.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Resmi Buka Turnamen Sepak Bola RS Siti Fatimah Cup IV/2026

“Emansipasi Wanita tidaklah mudah. Perjuangan kaum wanita dalam menyetarakan gender terkadang butuh pengorbanan yang besar. Seperti halnya yang dilakukan oleh Raden Ajeng Kartini. Kehidupan kaum Wanita saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Sebagai “Kartini masa kini” tentunya bukan hanya bisa menerangkan konsep dari emansipasi saja. Akan tetapi, spirit Kartini juga harus ditanamkan untuk selalu berprestasi dalam segala bidang tanpa melupakan fitrahnya sebagai seorang wanita,” tambahnya.

Diakhir perbincangan, Lawyer Advokat pengacara ini menambahkan, “Semoga dengan banyaknya perempuan yg berpendidikan tinggi kita mampu untuk berkarya, memimpin, dan masuk dalam deretan orang-orang berpengaruh baik nasional maupun internasional. Karena perempuan yg berpendidikan tinggi dan pintar akan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yg berkualitas,” tutupnya.(fhy)

Berita Terkait

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada
Pelantikan PaSKI Sumsel: Gubernur Herman Deru Sampaikan Empat Pesan Penting
Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran
Dukungan Investasi Soal Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat Rp26 Triliun
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Herman Deru Paparkan Program Keagamaan Sumsel di Hadapan Menteri Agama

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:28 WIB

Pelantikan PaSKI Sumsel: Gubernur Herman Deru Sampaikan Empat Pesan Penting

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:12 WIB

Dukungan Investasi Soal Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat Rp26 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB