Dikatakannya, dalam proses pembelajaran tatap muka di madrasah, ada tiga hal yang perlu jadi perhatian. Pertama, utamakan dulu vaksinasi siswa dan pengaja. Kedua, harus berkoordinasi dengan satgas COVID-19 setempat, kalau daerah penularannya masih tinggi jangan dilakukan PTM. Ketiga, proses pembelajaran tatap muka harus mempertimbangkan ketersediaan atau kapasitas ruang belajar.
“Jadi, perlahan pembelajaran tatap muka terbatas di madrasah harus dimulai dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Saya apresiasi MAN Bandung Barat yang siswanya 100 persen sudah vaksin. Saat PTM nanti, disiplin protokol 3 M tetap harus ditaati yaitu; menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker,” terangnya.
MAN Bandung Barat sendiri akan memulai PTM terbatas pada minggu depan. Pada kesempatan sama, Ace meresmikan penggunaan gedung baru MAN Bandung Barat terdiri dua lantai peruntukkan ruang kelas dan aula pertemuan.
Hadir, Direktur Kurikulum Sarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Moh. Isom, Kasubdit Sarana dan Prasarana Madrasah Abdul Rouf, Kabag TU Kakanwil Jawa Barat Ajam Mustajam, Kepala Bidang PD Pontren Abdurrahim, dan Kepala MAN Bandung Barat A.T Saepuloh. (JN)
Halaman : 1 2



















