DPD-RI Nilai SPMB Sumsel Tanpa Masalah Layak Jadi Percontohan

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua 1 DPD-RI Evi Aliya Maya saat memberikan keterangan didampingi Pj Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan [Kadisdik Sumsel] Hj Mondyaboni SE SKom MSi MPd, Kepala SMKN 8 Palembang Rafli SPd MPd serta anggota Komite III DPD RI Ratu Tenny Leriva, Senin 15 Seprember 2025.

Wakil Ketua 1 DPD-RI Evi Aliya Maya saat memberikan keterangan didampingi Pj Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan [Kadisdik Sumsel] Hj Mondyaboni SE SKom MSi MPd, Kepala SMKN 8 Palembang Rafli SPd MPd serta anggota Komite III DPD RI Ratu Tenny Leriva, Senin 15 Seprember 2025.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia [DPD RI] Evi Aliya Maya menilai sistem penerimaan murid baru [SPMB] di Sumatera Selatan [Sumsel] tertib dan tanpa masalah.

“Jalur zonasi di Sumsel sudah berjalan sesuai aturan Kementerian Pendidikan dan keputusan gubernur. Kami tidak menemukan permasalahan, bahkan laporan dari Ombudsman RI Palembang juga nihil,” ungkapnya saat melakukan kunjungan sekaligus rapat kerja bagi Komite III DPD ke SMKN 8 Palembang dengan didampingi Pj Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan [Kadisdik Sumsel] Hj Mondyaboni SE SKom MSi MPd, Kepala SMKN 8 Palembang Rafli SPd MPd serta anggota Komite III DPD RI Ratu Tenny Leriva, Senin 15 Seprember 2025.

Jelas Evi, Sumsel bisa menjadi contoh daerah lain, karena siswa tidak mampu betul-betul terjamin hak pendidikannya.

Rapat kerja DPD RI tersebut sebagai bentuk inventarisasi pengawasan atas pelaksanaan Undang Undang [UU] 20/2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya terkait sistem penerimaan murid baru [PMB] tahun 2025.

Baca Juga:  Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Ia menambahkan, setiap tahun memang ada kendala teknis, namun secara substansi sistem di Sumsel terbukti efektif. “Yang penting, tidak ada siswa tidak mampu yang tertolak. Itu keberhasilan besar yang patut ditiru daerah lain,” lanjutnya.

Kaitan hal itu, Kepala SMKN 8 Palembang, Rafli dalam keterangannya menyebut bahwa sekolah yang dipimpinnya mampu menjalankan SPMB sesuai aturan tanpa hambatan berarti.

“Penerimaan murid di SMKN 8 sesuai kuota dan mengikuti regulasi yang berlaku. Minat calon siswa setiap tahun terus meningkat, dan kami berkomitmen melayani dengan baik agar semua wilayah, termasuk seberang Ulu, bisa terakomodasi,” jelasnya.

Saat ini, SMKN 8 Palembang memiliki 1.624 siswa dari berbagai jurusan. Sekolah juga mengutamakan link and match dengan dunia industri melalui program magang dan kolaborasi guru dengan perusahaan. “Favorit siswa tetap pada jurusan Teknik Komputer Jaringan [TKJ] dan Teknik Kendaraan Ringan. Namun, perjuangan kami adalah terus memperluas kesempatan kerja bagi lulusan agar terserap optimal di industri,” ungkap Rafli.

Baca Juga:  Divonis 1 Tahun Penjara, Terdakwa Pulang "Melenggang" Tidak Ditahan

Dengan kondisi tersebut, DPD RI menilai Sumatera Selatan layak dijadikan contoh nasional dalam implementasi sistem penerimaan murid baru. Sistem zonasi yang berjalan efektif, jaminan akses pendidikan bagi siswa kurang mampu, serta kesiapan sekolah vokasi seperti SMKN 8 Palembang menjadi poin penting yang diapresiasi.

“Sumsel zero masalah dalam PMB 2025. Kami berharap capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” tukas Evi Aliya Maya.

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Berita Terbaru