WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa dari Universitas Sriwijaya, PGRI, Tridinanti, UIN Raden Fatah dan Buruh, di Simpang Lima DPRD Sumsel, berakhir ricuh, Kamis [08/09/2022].
Lantaran, pihak aparat yang melakukan pengamanan menembakkan water canon dan gas air mata dan untuk membubarkan barisan massa aksi.
Pantauan di lapangan, massa mahasiswa berhamburan berlari untuk menghindari gas air mata, namun sebagian mereka juga terdampak.
Kerusuhan tersebut pecah, diduga adanya aksi saling lempar batu dari antara pihak aparat dan mahasiswa.
Laporan Hasan Basri


![Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa dari Universitas Sriwijaya, PGRI, Tridinanti, UIN Raden Fatah dan Buruh, di Simpang Lima DPRD Sumsel, berakhir ricuh, Kamis [08/09/2022].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220908_192255-800x1054.jpg)

![Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] tengah](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-225x129.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260821-WA0014-225x129.jpg)




![Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] tengah](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-129x85.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260821-WA0014-129x85.jpg)







