WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Berbagai cara ditempuh calon kepala daerah untuk mendulang simpati, hingga merebut kepercayaan di hati masyarakat.
Tak pelak hal tersebut mendapat sorotan tajam dari Pengamat Sosial dan Politik [Sospol] Bagindo Togar. Menurutnya, beredarnya strategi kampanye di antaranya adu survei elektabilitas suara bagi figur calon pun menjadi media Propaganda Politik! Mengapa dilontarkan seperti itu?
“Contoh, kelompok paslon ini unggul dan hal serupa dikatakan dari paslon lainnya. Jadi survei dijadikan ajang propaganda! Hal demikian terjadi di Sumatera Selatan [Sumsel],” ungkapnya dalam keterangan pers usai Diskusi Publik dan Deklarasi Damai di Ngupiday, Jumat 15 November 2024.
Di satu sisi, kata Bagindo Togar, survei ini diharapkan paslon dapat membingungkan masyarakat, tapi gerakan atau upaya perlakuan calon tersebut salah! “Mindset [pola pikir] calon inginnya dapat mengecoh masyarakat, tapi itu salah besar, sebab masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka sudah mengetahui untuk memilih calon pemimpinnya di masa mendatang,” ujarnya.
Survei bagi Paslon hanya Internal bukan Independen, Bisa Blunder!!
Bagindo menilai cara-cara penggiringan melalui hasil survei itu sudah Jadul, nggak eranya lagi… Justru apa yang dilakukan paslon berdampak blunder bagi dirinya terhadap survei itu sendiri.
Tentunya, timpal Bagindo Togar, dilakukannya survei saat ini merupakan survei internal bagi si calon itu sendiri sedangkan [survei] independen belum ada.
“Jadi tidak ada survei independen dalam menyatakan sejatinya hasil sesungguhnya,” sebutnya.
Masyarakat Tidak Bisa Dibodohi, Pilih Pemimpin Relaistis bukan Utopis
Masyarakat tidak bisa lagi dibodoh-bodohi. Kericuhan terjadi bukanlah dari masyarakat namun dari tiga unsur, parpol [partai politik], penyelenggara, dan paslon. “Masyarakat ini sudah cerdas semuanya lho! Mereka dapat mengontrol dirinya sendiri, sudah tahu memposisikan mana yang terbaik, jadi tidak bisa lagi,” tegasnya Bagindo dengan lantang.
Menjelang kontestasi Pilkada pada 27 November ini, Bagindo mengimbau masyarakat pilihlah pemimpin yang bisa memberikan perubahan nyata, jangan bersifat utopis [khayalan/semu].
“Carilah pemimpin relaistis bukan utopis,” imbaunya.
“Bila si calon tidak dapat memberikan lompatan perubahan, maka tinggalkan jangan dipilih,” tukas dia.
Selanjutnya..Bagi Penyelenggara Pemilu Jangan
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-129x85.jpg)





