Dari Kondektur Bus Kota Jadi Guru Besar Universitas Sriwijaya

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2024 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Dr Iskhaq Iskandar MSc. [Foto: Sevima]

Prof Dr Iskhaq Iskandar MSc. [Foto: Sevima]

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Jangan pernah takut bermimpi! Itu lah sepenggal pesan mengiringi keteguhan Prof Dr Iskhaq Iskandar MSc, meski ditertawakan memiliki cita-cita dianggap temannya terlalu tinggi.

Tak pelak, Iskhaq kala itu berprofesi sebagai kondektur bus kota, tetap maju mewujudkan impiannya. Dengan kesungguhannya, kini dirinya berhasil meraih gelar Guru Besar di Universitas Sriwijaya, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa mimpi sekecil apapun dapat menjadi kenyataan bila diperjuangkan.

Lahir di Desa Jelabat BK 9 OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, pada 4 Oktober 1972, perjalanan hidup Iskhaq tidaklah mudah.

Di desa kecil ini, ia tumbuh dalam lingkungan yang serba terbatas, baik dari segi ekonomi maupun fasilitas. Namun, dengan didikan yang kuat dari kedua orang tuanya dan semangat yang tak pernah padam untuk meraih cita-cita, Iskhaq mampu menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan ekonomi ditepis dengan semangat untuk terus maju, meraih prestasi.

Baca Juga:  Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Menurut anak pasangan H Abu Daud dan Hj Sri Utami ini, mimpi adalah kunci utama untuk maju. “Pertama, jangan takut untuk bermimpi, karena ketika kita tidak punya mimpi untuk masa depan, saat itulah keinginan kita untuk maju itu tidak ada dorongannya. Pendorong utamanya adalah mimpi,” ujarnya dalam Webinar SEVIMA, Selasa 3 September 2024.

Tinggal di desa terpencil, Icak sebutan dirinya kala itu baru merasakan kehadiran listrik saat duduk di kelas 2 SD. Tentunya berkat seorang juragan yang membeli mesin diesel untuk mengalirkan listrik ke seluruh desa dengan iuran tertentu. Baru di 1991, listrik dari PLN masuk ke desanya.

Walaupun, hidup dalam keterbatasan justru tak menyurutkan semangatnya bahkan menjadikannya sebagai sosok inspiratif bagi khalayak.

Jadi Kondektur untuk Bertahan Hidup

Demi meraih cita-citanya, Iskhaq merantau ke Palembang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, di sinilah perjuangan hidupnya semakin diuji.

Baca Juga:  Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino

Berbekal uang saku sangat minim Rp50 ribu setiap bulannya, dengan peruntukan semua kebutuhan, dari biaya kuliah, bayar kos hingga makan harus dijalaninya dengan berbagai cara untuk bertahan hidup.

Dengan realita yang dihadapi, ia pun tak ragu untuk mengambil pekerjaan sebagak kondektur bus lota Palembang dengan jurusan KM [kilometer] 12 – Plaju, rasa malu ditepisnya, meski terkadang bertemu dengan teman-teman kuliahnya.

Baginya, tak ada yang lebih penting daripada bisa melanjutkan pendidikan. “Bahkan istri saya saat ini [Silviana], juga ketemunya saat saya jadi kondektur bus, di samping kita memang satu kampus di Universitas Sriwijaya,” ungkapnya.

“Saat itu saya malu, tapi saya lebih memilih malu daripada tidak makan,” kenang Iskhaq.

Selenjutnya, Tambah Penghasilan Jadi…

Berita Terkait

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026
‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Rabu, 23 September 2026 - 15:18 WIB

Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan

Opini

Membaca Hasil PISA 2025: Jangan Terjebak Angka! ‎

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:47 WIB

Kapolres OKU Timur AKBP Dr Lalu Hedwin Hanggara SIK SH MH MSi mematangkan persiapan Operasi Sikat I Musi 2026 dengan gelaran Latihan Pra Operasi [Latpra] di Aula Setya 38 Mapolres OKU Timur, Rabu 23 September 2026.

Headlines

Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:18 WIB

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB