Angin Timur-Tenggara, Bawa Asap ke Wilayah Kota Palembang

- Jurnalis

Senin, 14 Oktober 2019 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wilayah Kota Palembang yang terselimuti asap, Angin Timur-Tenggara, Bawa Asap ke Wilayah Kota Palembang, Senin (14/10/2019)

Wilayah Kota Palembang yang terselimuti asap, Angin Timur-Tenggara, Bawa Asap ke Wilayah Kota Palembang, Senin (14/10/2019)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pekatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palembang hari ini (Senin, 14/10/2019), diakibatkan tiupan angin dari arah timur-tenggara yang berkecepatan 5-20 knot, atau 9-37 kilometer per jam.

Dari gejolak angin yang tercatat di Badan Metereologi Geofisika stasium Metereologi SMB II Palembang, dengan kekuatan angin yang cukup besar, mengakibatkan asap akibat pembakaran hutan dan lahan masuk ke wilayah Kota Palembang.

Menurut sumber LAPAN (Minggu, 14/10/2019), beberapa titik panas dari wilayah tenggara Kota Palembang berada di atas titik panas 80%.

Akibat titik panas di atas 80% tersebut, kontribusi asap akibat kebakaran hutan dan lahan masuk ke wilayah Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin (Pampangan, Tukung Selapan, Cengal, Pamatang Panggang dan Mesuji).

Sekretaris BPBD Sumsel, Anshori, mengatakan, “titik total panas dengan tingkat kepercayaan di atas 80% untuk wilayah Sumateta Selatan sebanyak 260 titik. Sedangkan titik panas terbanyak ada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, 139 titik panas. Sedangkan Kabupaten Banyuasin 67 titik panas, “katanya, Senin (14/10/2019).

Sumber : Sekeretaris BPBD Sumsel, Anshori, Senin (14/10/2019)
Sumber : Sekeretaris BPBD Sumsel, Anshori, Senin (14/10/2019)

Keadaan ini menjadikan kondisi titik panas terekstrem selama berlangsungnya kebakaran hutan, dengan indikasi kuantitas dan jarak pandamg yang terjadi.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Intensitas asap (smoke) umunya terjadi peningkatan pada pagi (sekitar pukul 4.00-8.00). Sementara di sore harinya (14.00-20.00) tidak ada masa udara yang naik karena labilitas udara yang stabil.

Lanjut Anshori, Fenomena asap, urainya, diindikasikan dengan kelembaban udara yang rendah, dilengkapi partikel-partikel kering di udara. Dengan demikian dapat mengurangi jarak pandang, menguapkan aroma khas dan perih di mata. Bahkan dapat mengganggu alur pernapasan, sedangkan cahaya matahari terlihat berwarna oranye, merah pada pagi hari dan terjadi campuran kelembaban yang tinggi,.

“Dengan kondisi ini, fenomena kabut asap (smoke) umumnya terjadi pada pagi hari. Sedangkan jarak pandang terendah terjadi hari ini (14/10/2019), berkisar hanya 50-150 meter dari jam 6.30-8.30 Wib, dengan kelembaban saat itu 95-96% dengan cuaca asap yang berdampak tujuh penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami delay (penundaan),” ungkap Anshori.

Secara regional, melemahnya badai tropis hagibis di Laut China Selatan dan masih terjadi pusat tekanan rendah di wilayah itu.

Baca Juga:  Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Dengan keadaan itu, terjadi aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah dari wilayah Indonesia. Hal ini terjadi akibat menurunnya potensi intensitas hujan di wilayah Sumsel tiga hari ke depan, 14-16 Oktober 2019.

Sedangkan kondisi angin timuran ke pusat tekanan terendah di Samudera Hindia akan membawa uap air dari Laut China Selatan dan Laut Jawa.

Keadaan ini menyebabkan potensi hujan di wilayah Sumsel bagian Barat-Utara (Kabuapaten Musirawas, Kota Lubuklinggau, Musibanyuasin, Lahat dan Muaraenim dari 17-18 Oktober 2019. (real/abror vandozer)

Berita Terkait

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Berita Terbaru