Soal Anak Dianiaya Pengasuh, Ratu Dewa: ini Kejam Sekali

- Jurnalis

Rabu, 3 April 2024 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Walikota Palembang H Drs Ratu Dewa MSi

Penjabat Walikota Palembang H Drs Ratu Dewa MSi

WIDEAZONE.com, PALEMBANG| Munculnya sejumlah kasus penganiayaan anak berusia tiga ke atas akhir-akhir ini membuat Penjabat Walikota Palembang H Drs Ratu Dewa MSi sangat prihatin.

“Sebagai orang tua, saya sangat prihatin terjadinya penganiayaan anak. Padahal anak merupakan penerus generasi muda yang harus dididik, dijaga, dan diarahkan ke arah prospek pendidikan yang berkualitas,” ujar Ratu Dewa.

Dalam kaitan itu, orang nomor satu di Kota Palembang ini menyatakan bahwa jika kedua orang tuanya sibuk bekerja, sebaiknya secara selektif mencari pembantu yang memiliki kasih sayang di dalam dirinya.

Secara psikis, kata Ratu Dewa, ketika anak-anak mengalami kekerasan tanpa diketahui ayah ibu kandungnya, jiwa anak itu akan terpukul.

“Keadaan ini sangat buruk. Kepercayaan diri anak tersebut akan babak belur karena aksi kekerasan yang dialami anak kita,” ujarnya.

Menurut Walikota yang mencintai anak-anak itu, menyatakan bahwa progres masa depan perjalanan mereka akan mengalami kemunduran psikis.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

“Mereka akan menjadi anak penakut dan tidak percaya diri apabila diberi tugas untuk menyelesaikan satu persoalan,” ucap Ratu Dewa.

Maka terkait masalah itu memang diperlukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengasuhan anak. RUU ini sangat efektif bagi pengasuhan anak-anak di Indonesia, khususnya di Palembang.

Meski RUU Pengasuhan Anak itu sangat penting, kata Ratu Dewa, namun perhatian orang tua harus efektif ketat untuk melihat perkembangan anak yang diasuh pembantunya.

“Anak adalah masa depan keluarganya. Karena itu harus dijaga dan dididik sesuai porsi dan standar psikologis anak,” ujar Ratu Dewa.

Munculnya kegelisahan masyarakat terkait adanya isu kekerasan terhadap CA (3) –putri sulung selebgram Emy Aghnia yang dilakukan pengasuhnya IPS (27) di Malang, sempat menggegerkan masyarakat di tanah air. “Ini kejam sekali. Makanya orang tua harus lebih selektif memilih pengasuh anaknya agar tidak terulang lagi aksi kekerasan terhadap anak,” tukas Ratu Dewa.

Baca Juga:  Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

Sementara sebelumnya,
Staf Ahli Kelembagaan KemenPPPA Rini Handayani, mengatakan banyak peraturan perlindungan anak yang belum tertera di dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Meski sudah ada PP Pengasuhan Anak, namun karena banyak _gap_ hingga belum tertuang ke dalam peraturan pengasuhan anak tersebut,” jelas Rini.

Padahal, katanya, PP Perlindungan Anak tersebut sudah masuk dalam prolegnas.

Beberapa waktu lalu Rini sudah membicarakan itu dengan Komisi VIII. “Itu merupakan inisiatif dari DPR,” ujarnya.

Tujuan untuk melindungi anak-anak dari situasi yang membahayakan, ucap Rini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus mendorong agar RUU Pengasuhan Anak segera disahkan.

“Sudah 20 tahun RUU Pengasuhan Anak itu diperjuangkan di DPR, mamun hingga kini belum menjadi perhatian. Padahal sudah masuk ke prolegnas nomor 70,” kata Rini menutup pembicaraan. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026
‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Rabu, 23 September 2026 - 15:18 WIB

Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan

Opini

Membaca Hasil PISA 2025: Jangan Terjebak Angka! ‎

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:47 WIB

Kapolres OKU Timur AKBP Dr Lalu Hedwin Hanggara SIK SH MH MSi mematangkan persiapan Operasi Sikat I Musi 2026 dengan gelaran Latihan Pra Operasi [Latpra] di Aula Setya 38 Mapolres OKU Timur, Rabu 23 September 2026.

Headlines

Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:18 WIB

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB