PERPUTARAN kehidupan ini memiliki limit waktu. Tiap saat, kapan pun tiba waktunya, perputaran itu akan berhenti.
Karena kefanaan itulah yang menyebabkan kehidupan itu memiliki limit berbatas. Hanya Sang Pencipta yang mampu menentukan kapan kemusnahan hidup itu akan berjalan hingga ke garis batasnya (kiamat).
Yang menjadi pertanyaan, kapan tiba giliran kita menelusup ke batas kehidupan itu?
Pertanyaan itu sebaiknya menjadi acuan kesadaran, agar kita jauh dari kesombongan, merasa hebat sendiri serta meremehkan kemampuan orang lain.
Di dalam Alquran, setiap benda bernyawa, pasti akan menghadapi kematian. Karena kematian adalah hak mutlak setelah diri dan jiwa kita lelah mengarungi perjalanan kehidupan.
Banyak orang yang takut menghadapi kematian. Entah apa alasan mereka untuk takluk pada kematian. Sebenarnya, kehidupan itu tak pernah putus membawa perjalanan hidup anak manusia ke perjalanan kematian.
Banyak juga yang beranggapan bahwa kematian adalah ruang ketidakberdayaan sehingga jasad anak manusia itu hancur menjadi tanah.
Faktanya memang demikian. Namun dalam persepsi iman dan keyakinan, ketika anak manusia itu mati, ada kehidupan lain yang jauh lebih panjang.
Ruang inilah yang seharusnya menjadi kesadaran kita bahwa di balik alam jasad ada alam ruh yang kehidupannya sangat panjang.
Kehidupan dua periodik ini saling melengkapi. Sebab baik buruknya perilaku kehidupan akhirat, ditentukan oleh perilaku kehidupan jasad.
Karena itu sebelum mengajarkan ilmu agama, Rasulullah Muhammad SAW menyontohkan perilaku rahmatan lil alamin.
Sikap dan perilaku yang diajarkan Rasul itu harus memperhitungkan kebersihan hati dan pikiran. Sebab hati dan pikiran itu adalah muara bagi sanubari kita untuk membangun kebijakan perilaku.
Allah SWT selalu mengutamakan pikiran umatNya agar secara moral kita menjadi cerdas. Affala tata fakaruun…(mengapa tidak berpikir dan tak memikirkan?).
Mengapa tidak berpikir? Ini berarti bahwa yang pertama kita dianjurkan untuk selalu menggunakan kekuatan pikiran (otak). Apakah kematian adalah akhir dari tugas kita seb…
Sedangkan akal yang setiap saat kita asah agar menjadi tajam itu bisa digunakan sebagai senjata untuk memerangi unsur keburukan di dalam diri kita.
Oleh sebab itu, musuh terbesar yang kita hadapi adalah diri kita sendiri. Karena itu pertempuran paling dahsyat yang dihadapi manusia adalah dirinya sendiri.
Kesadaran moral inilah bekal paling baik untuk dikejar agar di kehidupan kubur setelah kita mati kelak, akan memperoleh kebahagiaan amaliyah.
Selain wajib berpikir, kita juga harus memikirkan persoalan yang kita hadapi. Itu artinya, bagaimana membangun moral yang baik sehingga disaat berbincang tentang baik buruknya perilaku. Karena pada hakikatnya, disepanjang kehidupan kita, ada garis batas ajal yang akan menjungkalkan kita ke ruang sempit, alam kubur. (*)
Tirta Bening, 28 Juni 2019



![Bayumi AP SE MSi [Praktisi dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261026-WA0006-225x129.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-225x129.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261026-WA0006-129x85.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-129x85.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

