WIDEAZONE.COM, MUARAENIM–Proyek renovasi bundaran air mancur Kota Muara Enim, saat ini menjadi perhatian masyarakat. Perbaikan air mancur yang menelan biaya senilai Rp 400 juta lebih (Rp 494.580.211,93) dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Muaraenim tahun 2018 itu, diduga masyarakat terjadi banyak penyimpangan.
Terutama disimak dari proyek penanaman bunga yang seharusnya dilaksanakan sebanyak 1000 batang di bill of quantity (BQ), ternyata hanya ditanam sekitar 400 batang. Karena itu proyek yang dikerjakan PT Karya Nusantara tersebut, diduga terjadi kejanggalan.
“Selain penanaman bunga, ada pemasangan kansteen yang seharusnya 17 sentimeter, ternyata hanya dipasang 14 sentimeter saja. Kami banyak mendapat bukti tentang kejanggalan berikut sejumlah foto yang menguatkan tentang terjadinya penyimpangan,” tegas Rudiansyah kepada Wideazone.com, Selasa (19/2/2019).
Karena itu sebabagi warga Kota Muara Enim, Sairin sangat sedih menyaksikan terjadinya penyimpangan tersebut. Ketua LSM Muara Enim Berseri, Sairin Apriandi, mengatakan ia meminta kasus ini digelar dan diusut secara tuntas oleh pihak kepolisian dan kejaksaan.
“Proyek yang nilainya hampir setengah miliar rupiah terjadi sejumlah penyimpangan. Dari harga bunga yang dimark up. Berapa harga satu unit bunga jika dinilai dengan plafon harga yang ditetapkan pemerintah? Makanya saya minta agar kasusnya diusut secara tuntas, sehingga dapat kita ketahui siapa saja yang terlibat dalam proyek tersebut,” tegas Sairin Apriandi yang lebih populer dipanggil Asep tersebut.

Keadaan bundaran sekarang sangat miris beberapa tempat terjadi kerusakan, menanggapi kecurigaan masyarakat tentang renovasi bundaran air mancur tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Muara Enim, Sugeng Mulyono ST, mengatakan proyek itu masih dalam tahap perawatan. “Pokoknya, tanggung jawab proyek itu masih menjadi risiko pihak kontraktor,” ujar Sugeng kepada Wideazone.com.
Karena itu Sugeng meminta masyarakat agar dapat bersabar untuk menentukan perkembangan selanjutnya. Menurut dia, dalam suasana perawatan seperti sekarang, pihaknya belum dapat menetapkan apakah dalam pelaksanaan pembangunan proyek itu telah terjadi penyimpangan “Kita lihat saja,” katanya.(tim)




![Muhamad Irfanjid, resmi menahkodai Persatuan Tinju Amatir Indonesia [Perbati] Kabupaten OKU Timur.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261010-WA0002-225x129.jpg)
![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-225x129.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-225x129.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-225x129.jpg)

![Muhamad Irfanjid, resmi menahkodai Persatuan Tinju Amatir Indonesia [Perbati] Kabupaten OKU Timur.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261010-WA0002-129x85.jpg)
![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-129x85.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
