Tindak Tegas Penganiaya Perawat Siloam, Sadad: ini Pelajaran Berharga

- Jurnalis

Senin, 19 April 2021 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi Hukum Anwar Sadad SH

Praktisi Hukum Anwar Sadad SH

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kepedulian dan dukungan terhadap perawat rumah sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli Simatupang yang menjadi korban kekerasan dari orang tua pasiennya sendiri terus mengalir dari Netizen dan masyarakat di seluruh penjuru Nusantara.

Viralnya permasalahan tersebut mendapat sorotan tajam dari seorang praktisi Hukum Anwar Sadad SH.

Ia meminta pelaku penganiaya seorang Perawat di Rumah Sakit Siloam yang terjadi pada 15 April 2021 agar mendapat hukuman sesuai undang undang berlaku untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

“Apapun alasannya tidak benarkan melakukan kekerasan terhadap siapa pun terlebih tenaga medis, dan sangat menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan orang tua pasien lantaran tidak terima dengan pelayanan rumah sakit tersebut,” ungkap Anwar Sadad saat diwawancarai, Senin (19/4/2021).

Baca Juga:  Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Seharusnya, kata Praktisi Hukum ini, orang tua pasien dapat menahan diri dan jika tidak berkenan dengan layanan yang diberikan dapat melaporkannya kepada pihak manajemen rumah sakit. “Saat ini kita tengah berada di bulan suci Ramadhan, harusnya bersangkutan dapat menahan diri untuk melakukan tindakan yang tidak dibenarkan di mata hukum,” jelas Sadad sapaan akrabnya kepada Wideazone.com dan Zoom Post.

Baca Juga:  KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Ia pun mengapresiasi pihak Kepolisian yang bergerak cepat serta mengamankan pelaku penganiaya. “Pelaku harus diproses secara hukum yang berlaku, sehingga hal itu tidak terulang kembali,” ujarnya.

Akan tetapi hal ini perlu juga dievaluasi, mengapa insiden itu dapat terjadi dan ini menjadi bahan introspeksi atau kajian bagi pasien dan tenaga medis sehingga hal serupa tidak terjadi lagi.

“Masyarakat mesti menghargai tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam berbagai penyakit, termasuk penanganan pasien yang terpapar COVID-19. Mereka adalah pahlawan kita di jaman Pandemi,” kata Sadad.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Berita Terbaru