15 Menit Kupas COVID-19 Bareng Kapolda Sumsel

- Jurnalis

Minggu, 18 April 2021 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Bermula dari kota Wuhan tepatnya di Tiongkok, virus jenis baru ini telah menyebar ke berbagai belahan negara di dunia hingga menyebabkan timbulnya Corona Virus Disease 2019 atau yang lebih dikenal dengan COVID-19.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM saat dibincangi di tengah kesibukannya, Minggu (18/4/2021).

“Tentunya, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja. World Health Organization (WHO) pun juga sudah menetapkan pandemi COVID-19 sejak 11 Maret 2020 yang lalu,” ungkap Jenderal Eko.

Prof Eko Indra Heri mengatakan Apa Itu Pandemi? Pandemi sendiri merupakan sebuah epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara, umumnya menyerang banyak orang.

“Sementara epidemi sendiri adalah sebuah istilah yang telah digunakan untuk mengetahui peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi area tertentu. Pasalnya, istilah pandemi tidak digunakan untuk menunjukkan tingginya tingkat suatu penyakit, melainkan hanya memperlihatkan tingkat penyebarannya saja,” terangnya.

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Perlu diketahui, kata Prof Eko, dalam kasus pandemi COVID-19, ini menjadi yang pertama dan disebabkan oleh virus corona yang telah ada sejak akhir tahun lalu. “Sebelum pandemi COVID-19 ini menyerang, pada tahun 2009 yang lalu pernah merebak virus yang bernama flu babi. Penyakit ini bisa terjadi ketika strain influenza baru atau H1N1 menyebar ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya kalau melihat data penambahan kasus baru positif COVID-19 di Sumsel per tgl 17 April 2021 sebanyak 126 orang antara lain, Kota Palembang 67 orang, Lubuklinggau: 3 orang, Prabumulih 4 orang, OKU Timur 17 orang, Banyuasin 2 orang, OKU Selatan 2 orang, Musi Rawas 8 orang, Muara Enim 17 orang, OKI 5 orang dan Kabupaten Muratara: 1 orang.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

“Itu data yang kita lihat hari perhari,” tutur Kapolda Sumsel.

Dari data yang ada, ujar Irjen Pol Eko, kita melihat bahwa COVID-19 jangan dianggap sudah berakhir. “Saya yakin kalau kita masih berfikir seperti yang lalu maka bisa dipastikan COVID-19 di Sumatera Selatan akan menjadi lebih parah lagi,” kata Jenderal Bintang 2 ini.

Untuk itu saya mengimbau kepada Masyarakat Sumsel mari kita patuhi protokol kesehatan (Prokes) dan menjaga diri kita untuk bisa memutus rantai penyebaran COVID-19 dan juga di tengah suasana bulan suci Ramadhan agar bisa menjaga diri kita dalam beribadah dengan tetap mematuhi prokes.

“Semoga Allah segera mencabut COVID-19 dari muka bumi,” pungkas Kapolda Irjen Pol Eko seraya mengucap Aamiin.

Editor Abror Vandozer/rel

Berita Terkait

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru