Akses Jalan Ditutup, PT RUBS Alami Kerugian 8 Ribu Dolar

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2020 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hingga malam hari masyarakat desa Muara Maung Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan masih bertahan dan menutup akses jalan menuju tambang.

Hingga malam hari masyarakat desa Muara Maung Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan masih bertahan dan menutup akses jalan menuju tambang.

WIDEAZONE.COM, LAHAT — Akses jalan menuju tambang yang ditutup masyarakat desa Muara Maung Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan mengakibatkan beberapa perusahaan tak dapat melakukan hauling.

Dampak tertutupnya jalan menuju tambang memberikan efek bagi perusahaan PT Muara Alam Sejahter (MAS), PT Bara Alam Utama (BAU), terlebih lagi bagi PT RUBS, pemilik usaha pertambangan yang tak bisa melakukan pengangkutan batubara.

Hal ini disampaikan oleh General Manager (GM) PT RUBS Mauritius Thomas ST kepada awak media saat berada di desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Minggu (26/7/20).

GM PT RUBS, Mauritius Thomas ST, mengungkapkan, kita sudah empat hari tidak bisa mengeluarkan batu bara (Hauling red), imbas penutupan akses jalan menuju tambang oleh warga Muara Maung.

Baca Juga:  Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

“PT Rubs selaku pemegang IUP OP khusus pengangkutan dan penjualan yang Bekerja sama dengan IUP OP PT BME dan PT KKA, mengalami pontensi kerugian karena keterlambatan suplai batu bara ke RMK senilai 8.000 dolar per hari atau setara dengan nilai rupiah 112 juta/ hari,” unkapnya.

Selama 4 hari ini, lanjut Thomas, kita mengalami Kerugian, karena tidak bisa mengirim batu bara ke dermaga tongkang, melalui dermaga di Palembang.

“Demmurage kapal/vessel tidak tahu menahu masalah ini, karena kita sudah kontrak, apabila kuota tidak terpenuhi kita rugi, Apa lagi sudah 4 hari ini tongkang belum bisa berjalan untuk dikirim, karena dampak tidak bisa Hauling,” keluhnya.

Baca Juga:  Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jadi, Thomas menambahkan, perusahaan yang terdampak penutupan jalan menuju tambang, PT MAS,  PT PMMS, dan PT KKA.

“Sedangkan terdampak penutupan jalan tambang yakni, PT BAU, PT BME, PT SCG, PT EEM dan PT LPPBJ,” tambahnya.

Sementara itu, Syahwan selaku Koordinator Aksi masyarakat Muara Maung, menuturkan. kami tetap bertahan menduduki jalan.

“Kami tetap di sini hingga bermalam. Sebelum ada penyelesaian dari pihak perusahaan, kami akan tetap bertahan,” tuturnya.

Laporan Bambang MD/Agus

Editor Abror vandozer

Berita Terkait

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama
Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton
Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019
HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot
Korupsi Lampu Jalan Palembang, Dua Tersangka Ditahan! Kerugian Negara Rp3,07 Miliar
Plang PBB Bapenda Terpasang di Dua Objek IGM, Marzuki Alie Minta DPRD Bersikap Tegas
BREAKING NEWS: Bapenda Palembang Pasang Plang Penunggak Pajak di Dua Objek STIMIK IGM

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:25 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot

Berita Terbaru