Value Lembaga Pendidikan Gagal! PGRI Ungkap Masalah Utama

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] Kota Palembang Dr H Ahmad Zulinto SPd MM. [Foto: Hasan Basri - WI]

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] Kota Palembang Dr H Ahmad Zulinto SPd MM. [Foto: Hasan Basri - WI]

Dr Ahmad Zulinto: Jangan Tunggu Tragedi Baru Reaksi

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Deretan video tengah beredar luas di media sosial [medsos] menyangkut kekerasan antar pelajar hingga murid dengan beraninya melawan gurunya sendiri. Rentetan peristiwa tersebut tak pelak menampar value lembaga pendidikan di Bumi Sriwijaya.

Terlebih, fenomena perundungan terus berulang membuat muak khalayak. Sekolah, semestinya menjadi ruang aman menimba ilmu justru berubah menjadi tempat menakutkan sehingga nilai-nilai akhlak kemanusiaan seolah tercecer berserak di belakang.

Insiden pun silih berganti menambah kelam dunia pendidikan, hal ini memicu reaksi keras Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] Kota Palembang Ahmad Zulinto. “Lembaga pendidikan dinilai gagal dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan karakter,” sebutnya dengan nada lantang pada Jumat 17 Oktober 2025.

Zulinto mendesak tenaga pendidikan atau guru dalam satuan pendidikan tak hanya sibuk memberi nilai tapi buta terhadap luka batin muridnya.

Baca Juga:  Kejati Sumsel Gebrak Dua Perkara: OOJ hingga Korupsi KUR

“Pengawasan harus diperketat dari guru BK [bimbingan konseling], wali kelas, hingga kepala sekolah. Jangan hanya menunggu tragedi beru bereaksi,” ketusnya

Menurutnya, maraknya kasus perundungan adalah cermin nyata gagalnya sistem pengawasan pendidikan. Banyak guru, kata dia, terpaksa berjuang sendiri menghadapi perilaku siswa yang kian kompleks tanpa dukungan kebijakan yang berpihak pada keamanan anak.

“Sekolah harus kembali ke marwahnya—mencetak manusia beradab, bukan sekadar mencetak nilai di atas kertas. Lingkungan belajar yang aman adalah hak setiap anak. Kalau sekolah gagal menjamin itu, berarti ada yang salah dalam sistem kita,” ujarnya lantang.

Seruan ini menjadi tamparan keras bagi sekolah-sekolah yang gemar menggaungkan jargon pendidikan karakter, namun abai terhadap kenyataan di lapangan.

Tak ayalnya, tulisan di balik spanduk “Sekolah Ramah Anak” namun masih ada siswa yang menjadi korban kekerasan verbal, fisik, bahkan sosial.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Tekankan Peran Strategis Damkar--Satpol PP dan Satlinmas untuk Masyarakat

Zulinto juga mengingatkan, di era digital seperti sekarang, setiap bentuk kekerasan di sekolah bisa menyebar dengan cepat dan menghancurkan reputasi lembaga pendidikan dalam sekejap. Namun lebih dari itu, yang paling fatal adalah rusaknya masa depan anak-anak bangsa.

“Ini bukan sekadar soal disiplin, tapi krisis empati. Jika sekolah sudah kehilangan rasa kemanusiaan, maka seluruh sistem pendidikan kita sedang sakit parah,” pungkas Zulinto menohok.

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah nyata sekolah dan pemerintah daerah. Dunia pendidikan dituntut tak lagi bersembunyi di balik prestasi dan seremoni, tetapi berani menegakkan empati, disiplin, dan perlindungan bagi setiap anak.

“Karena jika sekolah bukan lagi tempat aman untuk belajar, maka di manakah generasi muda bisa tumbuh tanpa rasa takut,” tukas Ketua PGRI Sumsel periode 2019-2024.

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Pancasila di Persimpangan Jalan
Bus Palala Jurusan Padang Terbakar di Jalintim, 38 Penumpang Nyaris Terpanggang
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan
Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:18 WIB

Bus Palala Jurusan Padang Terbakar di Jalintim, 38 Penumpang Nyaris Terpanggang

Berita Terbaru

Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]

Ekobis

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:28 WIB