Peluncuran Big Data Kesehatan dan Peresmian RS Bhayangkara Palembang Polda Sumsel
Dengan fasilitas yang lengkap ditunjang peralatan yang canggih serta tenaga medis yang profesional dan berpengalaman.
Rumah sakit Bhayangkara Palembang terus memberikan pelayanan kesehatan bagi semua masyarakat yang datang. Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada anggota Polri saja, juga melayani masyarakat umum, peserta BPJS dan asuransi kesehatan lainnya.
Selain itu, rumah sakit Bhayangkara Palembang juga memiliki big data kesehatan Polda Sumsel.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang AKBP dr Wahono Edhi Prastowo mengatakan, untuk menunjang tugas kedokteran dan Kepolisian rumah sakit Bhayangkara Palembang memiliki data base kesehatan yang terintegrasi dengan satuan wilayah Polres jajaran melalui sistem big data Polda Sumsel.
“Big data ini menjadi sumber informasi riwayat kesehatan bagi anggota Polri di jajaran Polda Sumsel yang terdata,” katanya kepada wartawan usai peresmian gedung baru RS Bhayangkara Palembang dan dilanjutkan pemberian Penghargaan kepada Mitra Polri yang telah mendukung Polda sumsel antara lain, Chandra Antonio (Yayasan Budha Suci), Sukarta (Topi Koki), Tony Herly (Atong), Doni P Gandamiharja (PTPN), Dra Lesti Nurainy Apt MKes, Ir Bendut Hari wibowo, Adv Sutiono SH, Toni Tatung, PT Thamrin Brother dan Simon Wangdra, Rabu (16/12/2020).
Dikatakan Wahono, dengan anggaran yang terbatas dapat lebih efisien dan tepat sasaran untuk anggota Polri yang belum melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala sehingga dapat diikutsertakan dalam periode selanjutnya.
“Ini merupakan tanggung jawab kami untuk memastikan agar seluruh anggota polisi khususnya di jajaran Polda Sumsel terdata dalam database big data kesehatan,”katanya.
Diungkapkan Wahono, untuk meningkatkan pelayanan, rumah sakit Bhayangkara Palembang sudah menambahkan sarana dan prasarana serta fasilitas layanan yang lebih lengkap.
“Semoga ke depannya rumah sakit Bhayangkara Palembang bisa menjadi RS rujukan regional Sumatera bagian Selatan atau di pulau Sumatera,” harapnya.
Saat ini rumah sakit Bhayangkara Palembang memiliki fasilitas empat unit ruang operasi dengan sistem MOT atau Modular Operating Theatre adalah sistem ruangan operasi yang terintegrasi oleh satu kontrol panel.
Sistem ini mencakup lampu ruangan, pintu hermetic, dan juga sistem tata udara ruangan yang bisa diatur dalam satu kontrol panel.
Memiliki empat unit ruang pelayanan Hemodialisa khusus anak anak dan alat Hemodialisa dewasa sebanyak 20 unit. Memiliki ST Scan dengan 32 slide, ronsen dengan CR, ronsen panorami dan USG empat dimensi, laboratorium Covid 19 dengan VCR yang canggih, dan pelayanan ruang VVIP untuk kenyamanan pasien.
Sementara itu, Brigjen Pol Dr Rusdi mengatakan rumah sakit Bhayangkara Palembang sudah memiliki fasilitas yang lengkap ditunjang dengan peralatan yang sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Sumsel pada umumnya dan Palembang khususnya.
“Dengan ini maka RS Bhayangkara Palembang akan dinaikkan statusnya dari tingkat III menjadi rumah sakit tingkat II,” tuturnya, (Abror Vandozer) Rel)



![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
