Sop Kelelawar Sebarkan Virus Corona

- Jurnalis

Sabtu, 25 Januari 2020 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGI masyarakat yang menyukai makanan unik, seperti menyantap sop hewan liar seperti daging kelelawar, harus hati-hati. Sebab dampak yang ditimbulkan bisa mematikan kita.

BAGI masyarakat yang menyukai makanan unik, seperti menyantap sop hewan liar seperti daging kelelawar, harus hati-hati. Sebab dampak yang ditimbulkan bisa mematikan kita.

BAGI masyarakat yang menyukai makanan unik, seperti menyantap sop hewan liar seperti daging kelelawar, harus hati-hati. Sebab dampak yang ditimbulkan bisa mematikan kita.

Terkait virus corona yang sewaktu-waktu bisa menyerang pelahap sop hewan liar itu, saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya. Nah, ini yang repot.

Awalnya virus corona yang telah mematikan 25 orang itu berasal dari Wuhan, di Provinsi Hubei, China. Wilayah ini didiami 11 juta jiwa penduduk.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Setelah virus corona menyerang Wuhan, kota ini langsung diisolasi sejak dua hari lalu. Warga setempat dilarang meninggalkan Wuhan.

Dari perkembangan virus itu, saat ini lebih dari,600 orang terjangkit corona di China. Sesangkan 25 orang di antaranya meninggal dunia. Akibat dari banyaknya jumlah korban disebabkan virus corona, Kota Wuhan akhirnya diisolasi.

Apalagi penyebaran corona sudah melanglang ke sejumlah negara terdekat, antara lain, Thailand, Hongkong, Macau, Korea Selatan, Jepang, Amerika dan Vietnam..

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Yang jadi pertanyaan kita, darimana datangnya virus tersebut? Meski jawabannya relatif, namun penyakit itu memang berasal dari Wuhan. Namun memang masih harus dibuktikan secara ilmiah terkait virus itu. Sebab diduga virus corona menjangkiti orang-orang yang hobi melahap sop hewan liar seperti kelelawar. (abror vandozer)

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terbaru