Sejak SD Hingga SMP, AY Jadi Pemuas Birahi Ayah Tirinya

- Jurnalis

Kamis, 19 Agustus 2021 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SS dijemput pihak kepolisian di kediamannya di Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang, pada Rabu (18/8/2021), sekira pukul 22.30 WIB.

SS dijemput pihak kepolisian di kediamannya di Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang, pada Rabu (18/8/2021), sekira pukul 22.30 WIB.


WIDEAZONE.com, PALEMBANG | AY (16), seorang remaja di Sumatera Selatan yang diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya. 

Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas empat hingga ia menginjak pendidikan ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP)  kelas tiga, perempuan tersebut menjadi pelampiasan nafsu birahi ayah tirinya “SS” (44).

Perbuatan bejat warga asal Kecamatan Talang Kelapa, kabupaten Banyuasin terhadap anak tirinya itu dilakukan dengan paksaan dan di bawah ancaman bahwa AY akan dibunuh termasuk adik adiknya. 

Atas dasar ancaman itu, AY merelakan tubuhnya terus menerus dijamah SS. Namun, perbuatan itu sepertinya tidak akan pernah terulang lagi, setelah SS ditangkap Unit Perlimdungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Palembang.

SS dijemput pihak kepolisian di kediamannya di Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang, pada Rabu (18/8/2021), sekira pukul 22.30 WIB. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polrestabes Palembang.

Informasi yang dihimpun, terungkapnya perbuatan cabul yang dilakukan SS, bermula saat pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri di kediamannya, pada Kamis dini hari (12/8/2021), sekira pukul 01.30 WIB.

Baca Juga:  Tunjangan Pegawai Tirta Musi "Tersandera" Ratu Dewa Buka Suara

Pelaku memaksa korban dengan ancaman, apabila tidak mau menuruti kemauannya, maka akan di bunuh. Tak hanya korban, pelaku juga akan membunuh adik-adiknya, serta menceraikan ibu-nya.

Mendengar hal tersebut, korban takut dan pasrah, saat pelaku memaksa untuk menyetubuhi. Karena sudah tidak tahan lagi, setelah itu korban menceritakan hal tersebut kepada saksi GN dan AG.

Dari cerita AY, saksi kemudian menyampaikan hal tersebut kepada ayah kandung korban, HR (48). Selanjutnya, ayah kandung korban melaporkan perbuatan SS ke Polrestabes Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit PPA, Iptu Fifin Sumailan, membenarkan pelaku sudah diamankan.

“Pelaku sudah melakukan hubungan layak suami istri kepada anak tirinya kurang lebih enam tahun, baru ketahuan sekarang. Selama ini, korban selalu diancam pelaku,” kata Kompol Tri, Kamis (19/8/2021).

Baca Juga:  PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Tri menuturkan, pelaku mengancam akan membunuh korban dan adik-adiknya, serta merusak rumah tangga dengan ibu korban. Mendengar hal tersebut, korban takut dan pasrah saat pelaku memaksa untuk menyetubuhi.

“Terbongkarnya aksi ini, setelah korban bercerita kepada saksi, lalu menceritakannya kepada ayah kandung korban. Atas laporan ayah kandung korban ke Polrestabes Palembang, Unit PPA kemudian menjemput pelaku di kediamannya tanpa perlawanan,” ujar Tri.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat (1), Ayat (3) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi UU yang sebelumnya diatur dalam UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Kiki NC/Abr)

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB