WIDEAZONE.com, ASAHAN | Sampah di sepanjang parit Jalan Panglima Polem Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara kian menumpuk, bahkan sudah tiga bulan tidak dibersihkan, padahal retribusi sampah jalan dan dibayar setiap bulan.
“Samph ini kian lama menumpuk, padahal kami para pedagang di Jalan Panglima Polem ini, setiap bulannya membayar retribusi sebesar Rp20 ribu,” ketus ssjumlah warga dan pedagang Jalan Panglima Polem dalam keterangan pada Selasa 30 September 2025.
Soal tumpukan sampah, mereka mendesak pihak atau dinas terkait untuk membersihkannya.
Serupa, Virgo Wijaya salah satu pedagang cemilan mengatakan tumpukan sampah telah menyumbat aliran air, berdampak banjir. Selain itu, lingkungan tercemar akibat bau tak sedap hingga memicu penyakit. “Mengatasi problema sampah sangat penting dan harua rutin. Tentunya menjadi kemaslahatan bersama, meski setiap bulan bayar retribusi,” ujarnya.
Sementara, menyikapi persoalan, Sekretaris Camat [Sekcam] Kota Kisaran Barat, Asahan, Zulkifli Panjaitan menegaskan dalam waktu dekat, pihaknya dan kelurahan secepatnya akan melaksanakan gotong royong.
Tak hanya aksi bersih-bersih, kata Sekcam, pihaknya akan terus menekankan kesadaran, mengdukasi masyarakat tentang dampak membuabg sampah sembarangan terutama di seputaran pajak Jalan Panglima Polem.
“Peran masyarakat dan pedagang sangat dibutuhkan. Untuk itu, warga dan pedagang perlu diingatkan agar membuang sampah pada tempatnya,” sebutnya.
“Pemerintah setempat, masyarakat dan pedagang perlu melakukan pembersihan parit secara rutin terutama saat menjelang musim hujan,” harapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Jhony Pardamean Barus mengungkap untuk drainase kewenangan Dinas PUTR Asahan.
“Iya, sampah ataupun sendimen di dalam paret biasanya ditangani oleh Dinas PUTR Asahan. Namun begitu, nanti saya lapor ke bidangnyanya biar dapat berkoordinasi,” kialhnya.
Laporan Hadi Darmawan | Edtor Abror Vandozer


![Sampah di sepanjang parit Jalan Panglima Polem Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara kian menumpuk. [Foto: SHD-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2025/09/Sampah-di-sepanjang-parit-Jalan-Panglima-Polem-Kis-800x533.jpg)


![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
