WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Respon cepat Gubernur Herman Deru berbanding terbalik dengan atensi dari BBPJN [Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional] melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional [Satker PJN] Wilayah 1 Sumsel. Bahkan, penjelasan terkait hal tersebut tak digubris, malah saling lempar.
Padahal, ruas sepanjang 14 kilometer itu sudah lama menuai sorotan publik. Jalan yang tampak mulus namun sebenarnya bergelombang dan licin kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Tak sedikit korban jiwa yang tercatat akibat kondisi jalan tersebut.
Terlebih, Gubernur Sumsel Herman Deru dalam hal ini telah bergerak cepat. Ia menginstruksikan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel menyurati Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Tak berhenti di situ, Herman Deru juga langsung menelepon Dirjen untuk memastikan percepatan penanganan jalan nasional ini.
“Keselamatan jiwa masyarakat harus diutamakan. Karena itu saya turun langsung, bahkan menandatangani sendiri surat percepatannya,” ujar Herman Deru.
Namun, Satker PJN I Sumsel enggan memberikan penjelasan terkait upaya perbaikan yang seharusnya menjadi kewenangan mereka.
Upaya konfirmasi kepada Satker P2JN tak kunjung mendapat jawaban memadai. “Saat ini tidak ada anggaran untuk perbaikan Jalintim tersebut,” sebutnya.
Ia berujar, untuk konfirmasi lebih spesifik sebaiknya langsung ke Divisi Pelaksana atau Pejabat Pembuat Komitmen [PPK].
Namun, ketika hendak menemui pihak pelaksana, Satker justru berbalik arah dan kembali mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada PPK saja! Selain itu, melalui sambungan seluler hingga pesan elektronik pun tak digubris.
Sikap saling lempar dalam keterangan antar sesama mereka, menimbulkan pertanyaan, Ada Apa? Mengingat jalur nasional itu sudah lama mengalami kerusakan parah hingga menelan korban jiwa.
Laporan Desi OY | Editor Abror Vandozer



![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
