Polda Sumsel Musnahkan Ratusan Senpira

- Jurnalis

Rabu, 6 April 2022 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemusnahan ratusan senjata rakitan dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto

Pemusnahan ratusan senjata rakitan dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kepolisian Daerah Sumatera Selatan [Polda Sumsel] musnahkan ratusan senjata api rakitan [Senpira].

Pemusnahan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH bersama Wakil Gubernur Sumsel, Ir H Mawardi Yahya di lapangan tembak Mapolda Sumsel, Rabu [6/4/2022].

Irjen Pol Toni mengatakan, bahwa barang bukti yang dimusnahkan dengan cara memotong senpira menggunakan gerinda. “Barang bukti senpira ini merupakan hasil dari kegiatan pencegahan yang dilakukan anggota kita Ditreskrimum bersama Polres/Polrestabes jajaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Kegiatan ini pun turut dibantu oleh TNI bersama stakeholder sehingga senpira yang didapatkan ini merupakan penyerahan masyarakat.

Pemusnahan ratusan senjata rakitan dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto bersama Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya
Pemusnahan ratusan senjata rakitan dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto bersama Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya

“Oleh karena itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan senpiranya bila masih ada menyimpan, namun bila nanti anggota kita temukan dalam kegiatan kita seperti giat maupun operasi dan sebagainya akan dilakukan penegakan hukum,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, bahwa masyarakat menyerahkan senpiranya dengan sukarela. “Dari catatan yang kita terima total senpira yang kita musnahkan ada sekitar 532 pucuk dengan rincian 323 pucuk laras panjang dan 209 laras pendek,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Ir H Mawardi Yahya mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Sumsel memusnahkan barang bukti, pasalnya senpira ini bisa meningkatkan emosional.

Bahkan tindak kejahatan pun bisa dilakukan dengan senpira ini sehingga kita harapkan hal seperti ini terus dilakukan.

“Kita dukung langkah-langkah Polda Sumsel untuk memusnahkan dan melakukan pemberantasan terhadap senpira ini,” tutupnya.

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB