Direskrimum Polda Metro Jaya menambahkan bahwa korban kemudian diminta memasukkan data diri sesuai KTP, nomor kartu debit, CV, pin ATM, nomor rekening, serta nomor telepon.
”Setelah itu, ada kode OTP di pesan korban. Ketika kode itu dimasukkan korban terjadilah begal rekening,” tutur mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Para korban dirayu dengan berbagai promosi yang ditawarkan apabila menjadi nasabah prioritas. Atas tawaran itu, korban tergiur dan mengikuti permintaan pelaku.
”Tapi setelah tersadar rekeningnya berkurang, baru diketahui dua orang itu adalah sindikat begal rekening,” tutup Kombes Pol. Hengki Haryadi. (JFA)
Halaman : 1 2

















![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

