Fendi juga selalu mencermati murid-muridnya yang berbakat. Dengan murid-murid inilah kelak mampu melestarikan seni budaya (kuntaw) asli wong Plembang.
Apakah ada pertarungan kuntaw dengan senjata tajam? Fendi mengatakan ada. “Saya selalu mengajarkan teknik permainan pedang kepada mereka yang sudah latihan lebih dari enam bulan,” kata Fendi.
Dalam pencak silat Palembang, katanya, akan ada kenaikan tingkat saat telah berlatih selama enam bulan. “Dari sabuk merah ke sabuk kuning. Kemudian seterusnya hijau, biru, dan ungu biru. Kemudian naik lagi ke sabuk merah lis putih I, lis putih II, dan lis putih III. Selanjutnya mereka berhak menjadi pelatih,” urai Fendi.
Sebagai pelatih, Fendi pernah berguru kepada RA Kadir A Rivai, RM Yan, RM Mattjik Tjan, Kgs Zainuddin Achmad Radjo (Mang Using), dan Anto.
Jadi, kuntaw Palembang ini dilatih sesuai kebutuhan tradisi, dan bukan untuk bertarung atau mencari musuh. Pokoknya, kata Fendi, sebagai pesilat harus mampu tampil sebagai manusia bijak dan mampu menaklukkan diri sendiri. “Jadi, musuh terbesar bagi kita itu adalah diri sendiri,” pungkas dia.
(Laporan: Anto Narasoma)

















![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

